Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Fosil hewan purba ini ditemukan oleh Mas Ridwan. Penemunya adalah salah satu warga sini yang ikut bekerja dalam pelebaran sendang biru,” ungkap Kades Banjarejo Ahmad Taufik.

Fosil yang ditemukan berupa patahan rahang bawah stegodon atau gajah purba. Ukurannya tidak terlalu besar, panjangnya sekitar 20 cm dan tinggi sekitar 7 cm. Diperkirakan, fosil tersebut usianya mencapai jutaan tahun.

“Sebelumnya, sudah pernah ditemukan fosil yang bentuknya mirip seperti ini. Namun, fosil yang dulu ukurannya lebih besar dan saat ini kita kumpulkan jadi satu dengan penemuan lainnya,” jelas Taufik.

Patahan fosil hewan purba itu ditemukan secara tidak sengaja. Yakni, saat para pekerja tengah merapikan gundukan tanah di sebelah timur sendang biru.

Saat melakukan aktivitas, cangkul yang dipakai salah satu pekerja sempat membentur benda yang cukup keras. Kemudian benda keras itu akhirnya diambil dan setelah diamati bentuknya cukup aneh. Selanjutnya, pekerja tersebut menyerahkan benda yang dianggap aneh pada perangkat desa.Taufik menambahkan, terkait adanya benda yang ditemukan warganya tersebut, dia sudah berkoordinasi dengan ahli purbakala dari Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta. Dari pihak Balar menyataka,n jika benda tersebut mirip dengan susunan rahang stegodon. Melihat bentuknya yang relatif kecil, kemungkinan fosil itu merupakan rahang anak stegodon.Terkait dengan penemuan fosil tersebut, Taufik meminta agar dalam pelaksanaan pekerjaan selanjutnya dilakukan lebih hati-hati. Sebab, bisa dimungkinkan masih ada benda lainnya yang berada di gundukan tanah bekas galian pelebaran sendang.“Penemuan benda purbakala ini juga cukup mengherankan. Soalnya, waktu kita lakukan penggalian pakai alat berat untuk pelebaran sendang, tidak menemukan satupun benda purbakala di sini,” imbuhnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler