Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pada hari kedua ini, khusus dipertandingan cabor atletik yang dilangsungkan di Stadion Krida Bhakti Purwodadi. Ada tiga nomor yang dipertandingan, yakni lari 100 meter, tolak peluru dan lempar lembing.

Saat pertandingan lari dan lempar lembing, cuaca di atas Kota Purwodadi masih terlihat cerah. Namun, menjelang digelarnya lomba tolak peluru, hujan deras tiba-tiba turun.

Pihak panitia sebenarnya akan menghentikan pertandingan untuk sementara. Namun, para atlet justru menghendaki agar dilanjutkan. Mereka tidak masalah jika harus berlaga di bawah guyuran hujan.

“Saya salut dengan semangat rekan-rekan yang ikut dalam ajang Peparkab ini. Hal ini bisa dimaklumi karena baru sekali ini ada event Peparkab di Grobogan,” kata Ketua National Paralympic Committee (NPC) Grobogan Sunar.

Dalam ajang Peparkab ini, dipertandingkan lima cabang olahraga. Yakni, atletik, tenis meja, bulu tangkis, bola voli, dan catur. Untuk pertandingan selain atletik, sudah dilangsungkan pada hari pertama di GOR Simpang lima.Kabid Olahraga Disporabudpar Grobogan Karsono mengaku salut dengan semangat para penyandang difabel dalam mengikuti Peparkab.“Saya salut dengan semangat atlet difabel ini. Secara keseluruhan kami dari penyelenggara merasa senang karena even ini berjalan lancar,” katanya.Menurut Karsono, melalui ajang Peparkab nanti diharapkan bisa menghasilkan bibit handal di kalangan penyandang difabel. Di sisi lain, ajang ini bisa dipakai untuk untuk kemampuan dan menambah pengalaman atlet difabel yang ada di Grobogan.Dia menambahkan, sejauh ini potensi atlet difabel di Grobogan cukup bagus. Indikasinya, ada satu atlet, yakni Siti Mahmudah yang menjadi duta Indonesia dalam ajang Paralimpiade di Brasil bulan September ini. “Kita harapkan, dari ajang Peparkab nanti ada atlet lagi yang bisa berkiprah ditingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler