Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Selain rumah hanyut, ada ribuan rumah yang kemasukan air. Rinciannya, di Desa Rowosari 300 rumah, Kemiri (450) Papanrejo (300), Ngroto (600), dan Kuwaron (1.200). Desa-desa ini berada di wilayah Kecamatan Gubug.

Kemudian, di Desa Ketanggirejo dan Sukorejo di Kecamatan Tegowanu, sedikitnya ada 500 rumah terendam air. Sedangkan di Desa Tinanding, Kecamatan Godong ada 400 rumah yang terendam. Disamping rumah, ada ribuan hektar lahan pertanian yang kebanjiran.Ketinggian air yang masuk ke dalam rumah bervariasi. Antara 20 centimeter hingga 1,5 meter.

“Data sementara ada 6 rumah hanyut dan lebih dari 3.000 rumah kemasukan air. Data ini bisa jadi bertambah. Untuk korban jiwa, sejauh ini belum ada laporan dan kita harapkan tidak ada,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrikan.

Sebagian besar pemilik rumah yang kebanjiran masih bertahan. Namun, banyak pula yang memilih mengungsi ke tempat aman sambil membawa barang berharga. Kebanyakan pengungsi ditempatkan di rumah penduduk lain yang relatif aman dari ancaman banjir.

Meski demikian, sore tadi, pihak BPBD mendirikan satu tenda pengungsi di pinggiran jalan Raya Purwodadi-Semarang, tepatnya di Desa Tinanding, Kecamatan Godong.“Tenda pengungsi ini kita dirikan untuk langkah antisipasi jika diperlukan. Saat ini, para pengungsi bisa ditempatkan di rumah-rumah penduduk yang aman dari bencana,” kata Masrikan.Hingga sore tadi, tim SAR dari BPBD dibantu personel dari TNI, Polri serta pramuka masih menyisir lokasi bencana. Beberapa petugas terlihat membantu warga yang ingin dipindahkan dari tempat tinggalnya karena ketinggian air terus naik.“Sejak Senin dini hari tadi, kita ikut membantu penanangan bencana banjir. Sekitar 50 pramuka yang kita terjunkan ke sini,” kata Humas Kwarcab Grobogan Agus Winarno saat ditemui di lokasi bencana banjir.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler