Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
“Angka 2.195 hektar ini baru data sementara karena pendataan masih terus kita lakukan. Untuk besarnya kerugian belum bisa kita rinci,” kata Kepala Dinas Pertanian TPH Grobogan Edhie Sudaryanto.
Dijelaskan, dari 2.195 hektare lahan sawah yang tergenang air tersebut, sebanyak 2.103 hektar tidak ada tanamannya karena baru saja selesai panen. Rinciannya, 982 hektare sawah di Kecamatan Gubug, Kecamatan Godong (160 hektare) dan Kecamatan Tegowanu (961 hektare).“Lahan sawah yang ini semuanya masih bero (belum ada tanaman). Petani baru saja panen dan sedang persiapan musim tanam berikutnya,” jelas Edhie.
Masih dikatakan Edhie, untuk areal sawah tergenang yang sudah ada persemaian padinya luasnya berkisar 74 hektare. Areal ini berada di Kecamatan Tegowanu.Masing-masing di Desa Medani (2 hektare), Sukorejo (23 hektare) dan Mangunsari (12 hektare). Umur persemaian padi yang tergenang berkisar 7-10 hari.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



