Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dari pantauan di lapangan, air yang digelontorkan dari WKO sudah mengalir lancar melalui saluran primer. Bahkan, sebagian air juga sudah dipecah menuju saluran sekunder dan tersier yang langsung melalui areal persawahan.

“Sesuai kesepakatan antara pihak rekanan dan petani, pasokan air mulai masuk tanggal 15 Oktober kemarin untuk persiapan musim tanam I. Meski air masuk namun proses perbaikan saluran tetap bisa dilakukan. Jadi, antara petani dan rekanan sama-sama bisa saling koordinasi,” ungkap Jarwo, salah seorang pengurus Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Daerah Irigasi Sidorejo di Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh.

Menurutnya, dengan sudah masuknya air ke areal sawah, sebagian petani mulai mempersiapkan lahan. Salah satunya membuat areal persemaian padi dan sebagian lain sudah mulai membajak sawah.

Sebelumnya, gelontoran air WKO melalui Bendung Sidorejo dijadwalkan per 1 Oktober. Namun, rencana ini akhirnya ditunda berdasarkan kesepakatan dengan para petani.
“Pada dasarnya, kami siap menggelontorkan air sesuai permintaan petani. Namun, dari petani mintanya mundur tanggal 15 Oktober. Soalnya, saat ini masih ada sejumlah areal sawah yang tanamannya belum dipanen,” kata Kepala Dinas Pengairan Grobogan Subiyono.Saat disinggung soal penyelesaian proyek perbaikan saluran irigasi, Subiyono tidak bisa berkomentar banyak. Sebab, kewenangan proyek itu terdapat pada Kementrian PUPR dan BBWS Pemali Juwana, Jateng.“Untuk proyek perbaikan saluran ini rencananya dikerjakan multi years selama tiga tahun, hingga 2018 mendatang. Meski ada perbaikan namun diupayakan pasokan air untuk pertanian tidak terganggu. Untuk penjelasan lebih detail soal perbaikan saluran bisa ditanyakan ke BBWS Pemali Juwana,” katanya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler