Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Bahkan, dikabarkan ada sekitar 10 rumah warga Desa Sukorejo, Kecamatan Tegowanu yang sempat kemasukan air setinggi mata kaki. Rumah ini berada dekat dengan lokasi tanggul jebol.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, jebolnya tanggul itu diketahui selepas subuh. Di mana, warga melihat ada banyak genangan air di areal sawah. Setelah dicek, sumber air itu berasal dari tanggul yang jebol sepanjang 10 meter.

Jebolnya tanggul tersebut disebabkan naiknya elevasi Sungai Renggong. Ketinggian air sungai bertambah setelah hujan mengguyur beberapa waktu sebelumnya.

“Semalam, wilayah sini memang hujan deras. Kemungkinan daerah hulu juga turun hujan sehingga air sungai bertambah. Namun, ketinggian air ini tidak seperti saat banjir 10 hari lalu,” kata Awang, warga setempat.

Tanggul tersebut sebelumnya sudah sempat jebol saat sungai Renggong meluap 9 Oktober lalu. Akibat tanggul jebol ini, bencana banjir sempat menerjang Desa Sukorejo, dan Tanggirejo selama tiga hari. Dalam peristiwa ini, ada sekitar 1.000 rumah warga yang terendam air.
Luberan air dari tanggul jebol sempat pula menggenangi halaman SDN 01 Sukorejo setinggi mata kaki. Namun, air tidak sampai masuk ke dalam ruangan kantor maupun kelas.Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrikan ketika dimintai komentarnya menyatakan, tanggul tersebut sebenarnya masih dalam proses perbaikan setelah sempat jebol beberapa hari lalu. Namun, belum rampung 100 persen, debit air naik dan menyebabkan tanggul itu jebol lagi.“Tanggul yang jebol ini sama dengan kemarin titiknya. Ini, kita upayakan untuk menutup lagi,” katanya.Menurut Masrikan, meski air sungai sempat meluber namun kondisinya tidak separah sebelumnya. Soalnya, volume air sungai tidak sampai melebihi batas ketinggian maksimal.“Elevasi sungai memang naik setelah ada hujan deras tetapi tidak sampai maksimal. Saat ini, kondisi air sungai sudah cenderung turun,” katanya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler