Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hadir dalam acara tersebut, Asisten II Pemkab Grobogan Dasuki, Wakapolres Grobogan Kompol Wahyudi, dan Kepala Dinsosnakertrans Andung Sutiyoso. Terlihat pula, jajaran manajemen RS Yakkum Purwodadi dalam acara tersebut.

Bantuan yang diberikan ini merupakan kerja sama antara Pemkab Grobogan, RS Yakkum, Paguyuban Rantau Grobogan (PRG) Korcab Semarang dan Masyarakat Peduli Penyandang Disabilitas (MPPD) Bantul, Yogyakarta.

“Dalam kesempatan ini, ada 65 bantuan kaki maupun tangan palsu yang kita serahkan. Beberapa waktu sebelumnya, kita juga sudah pernah menyerahkan bantuan serupa. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi penerima dan memperlancar aktivitas mereka sehari-hari,” kata Dasuki, usai menyerahkan bantuan.

Menurutnya, kerja sama dengan berbagai pihak ini akan terus dilakukan. Harapannya, jumlah penerima bantuan bagi warga penyandang disabilitas di Grobogan bisa lebih banyak lagi.

Kepala Dinsosnakertrans Andung Sutiyoso menyatakan, penerima bantuan tersebut sudah menjalani proses pengukuran kaki dan tangan beberapa bulan lalu. Menurut Andung, bantuan kaki dan tangan palsu tersebut tidak bisa langsung diberikan pada para penerima.“Pembuatan kaki dan tangan palsu tersebut dilakukan di India. Oleh sebab itu, penyandang disabilitas baru akan menerima dan bisa menggunakan bantuan itu sekitar 3 bulan setelah pengukuran,” terang Andung.Setelah menerima, mereka nanti tidak serta merta bisa langsung menggunakan. Sebab, penerima bantuan harus menjalani proses pengepasan.Dalam proses ini, para penyandang disabilitas akan diberi pengetahuan tentang tata cara penggunaan yang benar. Sehingga bantuan bisa digunakan untuk beraktivitas tanpa menimbulkan masalah baru atau cidera pada bagian tubuh yang lain.Andung menambahkan, pemberian bantuan kaki dan tangan palsu bertujuan meningkatkan kepedulian dan keberpihakan untuk meningkatkan kemandirian dan mobilitas penyandang disabilitas dalam kehidupan bermasyarakat. Di samping itu, untuk meningkatkan akses mobilitas penyandang disabilitas terhadap pendidikan, kesehatan dan pekerjaan sebagai hak dasar manusia pada umumnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler