Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Meski persiapan dilakukan cukup mendadak, namun pelaksanaan apel berjalan lancar. Dalam pelaksanaan apel sempat dilakukan pula pembacaan ikrar kesetiaan pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Apel santri juga ditandai atraksi baris berbaris.

Pelaksanaan apel santri mendapat pengawalan cukup ketat dari aparat keamanan. Terlihat ada belasan aparat yang ikut bersiaga untuk membantu kelancaran pelaksanaan apel santri tersebut.

Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari masyarakat. Terlihat, ada puluhan warga dan pengguna jalan yang memilih berhenti untuk melihat acara apel santri tersebut.

“Saya tadi kebetulan lewat sini dan lihat ada ramai-ramai. Tak kirain tadi ada demo, ternyata acara apel santri. Terus terang saya tidak tahu kalau hari ini adalah Hari Santri Nasional,” kata Hernowo, salah seorang warga yang ikut menyaksikan jalannya apel santri tersebut.

Ketua Yayasan Manba’ul A’laa Purwodadi Ahmad Liwaul Hamdi menyatakan, penetapan Hari Santri Nasional tersebut merupakan bentuk penghargaan pemerintah terhadap peran para santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Seperti yang dilakukan tokoh-tokoh masa lalu, semacam Kiai Hasyim Ashari, Kiai Ahmad Dahlan dan lainnya. “Kemerdekaan Indonesia tidak akan pernah lepas dari peran para ulama dan santri. Mereka telah berjasa besar dan berperan aktif dalam mewujudkan kemerdekaan,” tegasnya.
[caption id="attachment_98379" align="aligncenter" width="565"]Manba’ul A’laa Ribuan santri Ponpes Manba’ul A’laa yang berada di Kampung Jagalan, Kelurahan Purwodadi menggelar apel di Jalan Sudirman, depan Masjid Baitul Makmur, Sabtu (22/10/2016) (MuriaNewsCOm/Dani Agus)[/caption]Penetapan Hari Santri ini merujuk pada dikeluarkannya Resolusi Jihad para ulama dan tokoh santri pada masa perang kemerdekaan.Resolusi Jihad pada tanggal 22 Oktober 1945 itu memantik terjadinya peristiwa heroik 10 November 1945.“Resolusi Jihad adalah seruan ulama santri, yang mewajibkan setiap muslim Indonesia untuk membela tanah air dan mempertahankan NKRI,” sambung pria yang lebih akrab disapa Gus El tersebut.Menurutnya, adanya penetapan Hari Santri Nasional itu dinilai akan makin memperkuat semangat kebangsaan, mempertebal rasa cinta tanah air serta memperkokoh integrasi bangsa dan tali persaudaraan.Sementara itu, beberapa peserta apel mengaku sangat senang bisa terlibat dalam peringatan Hari Santri Nasional tersebut. “Saya merasa senang dengan adanya penetapan Hari Santri Nasional. Dengan kebijakan ini, para santri sudah tidak dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Saya sangat bangga menjadi santri,” kata Zainuddin.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler