Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kerajaan ini merupakan kelanjutan Kerajaan Mataram Kuno yang awalnya berada di daerah Yogyakarta, kemudian pindah ke wilayah Jawa Timur. Kerajaan Medang Kamulan (sering juga disebut Kerajaan Medang, Mataram Kuno atau Kerajaan Mataram Hindu) berdiri abad ke-8, kemudian berpindah ke Jawa Timur pada abad ke-10.

Para raja kerajaan ini banyak meninggalkan bukti sejarah berupa prasasti-prasasti yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta membangun banyak candi, baik yang bercorak Hindu maupun Budha. Kerajaan Medang akhirnya runtuh pada awal abad ke-11.

Dari literatur, ada tiga dinasti yang pernah berkuasa di Kerajaan Medang. Yaitu, Wangsa Sanjaya dan Wangsa Sailendra pada periode Jawa Tengah, serta Wangsa Isyana pada periode Jawa Timur. Masyarakat Banjarejo Meyakini Kerajaan Medang Kamulan Berada di Desanya.

Meski banyak yang meragukan adanya sebuah kerajaan betulan bernama Medang Kamulan dengan rajanya Prabu Dewata Cengkar, namun tidak demikian dengan masyarakat Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus. Sebagian besar masyarakat meyakini jika kerajaan itu benar-benar pernah ada di situ pada ribuan tahun lalu.

Selain berdasarkan penemuan benda cagar budaya masa lalu, ada beberapa hal lain yang membuat masyarakat yakin adanya Kerajaan Medang Kamulan. Antara lain, adanya nama Dusun Medang di Desa Banjarejo.Selama ini, di kawasan ini banyak sekali ditemukan benda-benda cagar budaya. Terutama aneka perhiasan yang terbuat dari emas. Di dusun ini juga terdapat sebuah gundukan tanah yang disebut-sebut tempat berdirinya Keraton Medang Kamulan. Ada juga sebuah batu yang diyakini pernah jadi tempat pasujudan Aji Saka sebelum bertanding melawan Prabu Dewata Cengkar.“Dalam cerita legenda Aji Saka banyak nama atau tempat yang ada disini maupun sekitar Banjarejo. Misalnya, Bledug Kuwu, Kesongo dan nama Rara Congkek serta banyak lagi lainnya. Jadi, ketika ada keyakinan bahwa Kerajaan Medang Kamulan pernah ada di sini bukan tanpa alasan,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik.Baca juga : Sangat Dimungkinkan jika Tempat Ini Dulunya Kerajaan, Bukti Paling Mendukung Adalah…Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler