Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kemudian, perdaban kuno era megalitikum juga terdapat di Situs Medang. Hal ini ditandai dengan penemuan peralatan dari batu, seperti lesung, pipisan, gandik, dan yoni.

Peradaban pada era Hindu-Budha juga diperkirakan sempat ada di situ. Indikasinya, adanya penemuan peti mati dari kayu, uang kepeng Cina, aneka perhiasan emas, dan guci dari keramik.

[caption id="attachment_98671" align="aligncenter" width="565"]Benda-benda kuno peninggalan Dinasti Ming yang  ditemukan warga Desa Banjarejo beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus) Benda-benda kuno peninggalan Dinasti Ming yang ditemukan warga Desa Banjarejo beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)[/caption]
Satu era lagi diperkirakan juga ada di Banjarejo. Yakni, akhir era Hindu-Budha dan awal masuknya Islam. Salah satu indikasinya adalah penemuan bangunan kuno yang tertata dari batu bata. Dimana, ada penggunaan spesi dari tanah liat sebagai bahan perekat batu bata merupakan salah satu ciri bangunan pada era awal masuknya Islam.“Peradaban yang ada di Situs Medang itu memang komplit. Di daerah situs lain, biasanya hanya terdapat satu atau dua era saja yang ditemukan. Melihat kondisi ini, kemungkinan daerah sini dulunya tanahnya sangat subur,” katanya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler