Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Namun, tidak semua benda bersejarah itu bisa dilihat keberadaanya. Soalnya, sebagian di antaranya sudah dijual warga yang menemukan pada pihak lain.

“Memang banyak benda bersejarah yang ditemukan warga sudah dijual. Terutama, benda yang berupa perhiasan dari emas. Hal ini memang sangat disayangkan,” kata Kepala Desa Banjarejo Ahmad Taufik.

Terkait dengan kondisi itu, selaku kepala desa, Taufik sudah membuat upaya untuk menyelamatkan benda bersejarah yang ada di desanya. Termasuk di dalamnya adalah upaya untuk menguatkan adanya bekas Kerajaan Medang Kamulan di Banjarejo.

Cara yang dilakukan, dengan mengumpulkan benda-benda kuno yang sempat ditemukan warga beberapa waktu lalu dan saat ini masih ada barangnya. Sejauh ini, upaya yang dilakukan sudah membuahkan hasil.

Sejumlah warga dengan sukarela bersedia menyerahkan benda kuno yang masih disimpan. Antara lain, puluhan koin dari tembaga yang ada tulisan huruf Cina. Selain itu, ada pula peralatan dapur dari batu dan fosil binatang purba yang dikumpulkan.
Bahkan, foto barang temuan yang sempat didapat warga juga didokumentasikan. Meski barangnya sudah tidak ada lagi. Dengan adanya foto itu setidaknya bisa jadi bahan referensi oleh peneliti.Selain itu, upaya lainnya adalah melakukan edukasi pada warganya tentang pentingnya barang bersejarah tersebut. Untuk edukasi ini, pihaknya melibatkan berbagai instansi tarkait lainnya. Seperti dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, Balai Arkeologi Yogyakarta dan Disporabudpar.Di samping itu, edukasi juga diberikan komunitas pecinta fosil dan pengunjung dari berbagai daerah. “Kesadaran warga Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus untuk menyerahkan benda bersejarah yang ditemukan terus meningkat dalam dua tahun terakhir. Bahkan, anak-anak juga sudah sering menyerahkan fosil yang ditemukan,” katanya.Baca juga : Kades Banjarejo : Ada Peradaban Besar di Tempat Ini, Tapi Belum Bisa Disimpulkan Itu Kerajaan Medang KamulanEditor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler