Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Fosil langka ini ukurannya lumayan besar. Panjang antarujung tanduk mencapai 80 cm. Kemudian tinggi tulang bagian kepala mencapai 25 cm dengan lebar 20 cm. Sedangkan panjang tiap tanduk sekitar 45 cm.

“Fosil ini saya temukan Selasa (25/10/2016) di areal kebun yang ada di Dusun Peting. Fosil banteng ini terpendam dalam tanah dengan kedalaman sekitar 2 meter,” ungkap Kaur Kesra Dusun Kuwojo, Desa Banjarejo Budi Setyo Utomo selaku penemu fosil banteng purba tersebut.

Menurut Budi, sebenarnya masih ada beberapa lokasi yang teridentifikasi ada fosil di dalamnya. Hanya saja, fosil tersebut belum sempat digali karena masih sibuk mempersiapkan acara grand launching Desa Wisata Banjarejo kemarin.

“Rencananya, semua fosil itu akan kita perlihatkan saat peresmian desa wisata. Namun, waktu dan tenaganya tidak memungkinkan. Sementara baru fosil kepala banteng ini yang bisa kita angkat,” kata pria yang dijuluki profesor fosil oleh warga Banjarejo lantaran sudah seringkali menemukan fosil hewan purba itu.
Saat acara peresmian Desa Wisata Banjarejo kemarin, fosil kepala banteng purba itu sempat diserahkan pada Bupati Grobogan Sri Sumarni oleh Budi Setyo Utomo. Setelah diterima, Sri Sumarni gantian menyerahkan benda purbakala itu pada Kades Banjarejo Ahmad Taufik.“Tolong dirawat dengan baik, Pak Kades. Jangan lupa ditaruh ditempat yang aman biar tidak rusak,” pesan Sri pada Taufik.Fosil kepala banteng purba yang ditemukan tersebut ternyata merupakan benda yang istimewa. Hal ini berdasarkan penjelasan Kasi Perlindungan Badan Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran Budi Sancoyo yang ikut hadir dalam acara tersebut.“Fosil cukup istimewa karena bentuknya masih kokoh dan utuh. Benda ini seusia kepala kerbau raksasa yang sudah ditemukan sebelumnya. Perkiraan usianya hampir 1 juta tahun,” katanya saat melihat fosil.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler