Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Bupati merasa optimistis jika ke depan, Desa Banjarejo bakal jadi tempat kunjungan wisatawan. Itu dinyatakannya usai bupati Banjarejo sebagai desa wisata, belum lama ini.

”Potensi wisata dalam hal benda purbakala dan cagar budaya di Banjarejo memang luar biasa. Dua potensi ini sudah bisa jadi daya tarik banyak orang untuk datang ke sini. Sejak kecil dulu saya sering dengan cerita Medang Kamulan, dan saya yakin jika kerajaan itu pernah ada di sini,” katanya.

Menurut bupati, untuk memaksimalkan potensi Banjarejo, tentu tidak selesai dengan menetapkan jadi desa wisata saja. Tetapi banyak hal lain yang harus dilakukan agar pencanangan desa wisata bisa sukses seperti harapan semua pihak.

”Jadi, untuk menyukseskan Desa Wisata Banjarejo ini harus dikejakan satu persatu. Tidak bisa dalam sekejap karena butuh waktu dan biaya,” jelasnya.

Salah satu prioritas yang akan dilakukan adalah pembenahan sarana dan prasarana pendukung. Yakni, perbaikan akses menuju Banjarejo, karena masih ada banyak ruas jalan yang kondisinya rusak. Baik akses dari Kecamatan Kradenan maupun Kecamatan Ngaringan.”Saya sudah perintahkan supaya perbaikan jalan menuju Banjarejo dialokasikan pada APBD 2017. Saat ini, proses penyusunan APBD 2017 masih dalam tahap awal. Soal perbaikan akses jalan ke Banjarejo juga sudah dapat dukungan penuh dari Pak Agus Siswanto (ketua DPRD Grobogan, red). Untuk pembenahan sarana dan prasarana pendukung lainnya pasti akan kita perhatikan,” terang Sri.Mantan ktua DPRD Grobogan itu juga berpesan kepada Kepala Desa (Kades) Banjarejo Ahmad Taufik, agar merawat penemuan benda bersejarah dengan baik. Sri juga meminta agar Taufik selalu berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya terkait pengembangan desa wisata.Seperti dengan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, Balai Arkeologi (Balar) Jogjakarta, tim Ahli Cagar Budaya Jateng, dan Disporabudpar. ”Setelah dijadikan desa wisata, banyak pekerjaan yang harus dilanjutkan. Tergetnya, potensi disini harus bisa mendatangkan banyak pengunjung,” pesannya.Editor: Merie

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler