Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal itu disampaikan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Ni Made Sumiarsih saat dikonfirmasi wartawan. Menurutnya, proyek rehabilitasi saluran irigasi

Kedung Ombo dikerjakan menggunakan alokasi dana dari pos Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sekitar Rp 1,6 triliun. Pelaksanaanya menggunakan model proyek tahun jamak (multiyears), yang dimulai pada akhir tahun 2015-2018.

Untuk tahun pertama, perbaikan saluran dialokasikan dana sekitar Rp 500 miliar. Adapun progres pengerjaan telah mencapai 35 persen.“Target pengerjaan proyek tahun ini hanya 30 persen. Tetapi dalam pelaksanaannya sudah dikerjakan 35 persen atau melebihi target,” katanya.

Dijelaskan, saluran irigasi primer itu selama 20 tahun belum pernah diperbaiki. Akibatnya, terjadi penurunan kapasitas air yang cukup besar. Yakni, dari 60 meter kubik per detik menjadi 30 meter kubik per detik.
Selain saluran lewat Bendung Sidorejo, dana Rp 1,6 triliun juga digunakan untuk membiayai beberapa pekerjaan lainnya. Seperti, rehabilitasi Bendung Klambu seluas 37.451 hektar yang memiliki saluran irigasi Klambu Kanan dan Klambu Kiri.Kemudian, rehabilitasi dilakukan pada saluran induk dan saluran sekunder baik di saluran Klambu Kanan maupun Klambu Kiri. Di bendung ini juga akan dibangun jembatan agar jalan di bendungan tak dilalui kendaraan.Di samping itu, rehabilitasi juga dilakukan pada saluran induk dan sekunder Wilalung seluas 6,448 hektar, Bendung Sedadi seluas 16,005 hektare dan Bendung Sidorejo seluas 6.038 hektar.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler