Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Muhammad Bisiri (51) pedagang asal Karanganyar Demak mengatakan, sejak terjadi kebakaran di Matahari Kudus, omset hasil jualan sandal, sepatu, dan tas mengalami penurunan hingga 30 persen. Ini lantaran, letak Matahari Kudus dengan Pasar Bitingan bersebelahan.

Selain itu, lanjutnya, sebelum ada kebakaran masyarakat yang berkunjung ke Matahari Kudus biasanya menyempatkan diri mampir ke Pasar Bitingan. Mereka mencoba mencari barang yang serupa di Matahari ke Pasar Bitingan. Tak ayal semenjak terjadi kebakaran, omzet pedagang mengalami penurunan.

”Orang orang yang biasanya berkunjung ke Matahari karena harga mahal kemudian lari ke pedagang kecil di Pasar Bitingan. Kalau pas mujur mereka belinya banyak. Tapi sekarang tidak ada,” lanjut dia.

Hal senada juga dirasakan oleh Masiron (60). Pedagang asal kudus yang berjualan asesori sudah 10 tahun itu menjelaskan, semenjak terjadi kebakaran jumlah pembeli yang berkunjung ke lapaknya berkurang.Alasannya pun sama. Karenanya ia berharap supaya Pemkab segera membangun kembali Matahari Kudusuntuk mendongkrang ekonomi pedagang kecil di sekitarnya."Saya berharap Matahari segera dibangun. Karena keberadaan Matahari mempengaruhi omzet para pedagang," bebernya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler