Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dari pantauan MuriaNewsCom, ribuan masyarakat antusias menyaksikan pertunjukan tari yang diikuti oleh 50 lebih penari tersebut. Pertunjukan diawali dengan tarian-tarian yang dibawakan Airta Dance, baru kemudian menampilkan tari GusJiGang dan puncakanya menampikan tari Indonesia menari.

Ketua Panitia FASBuK Arfin AM menjelaskan pertunjukan itu merupakan kegiatan rutin setiap bulannya. Namun pada pertunjukan kali ini, dari pihak pantia hanya menapilkan satu kelompok tari yaitu Airta Dance.

”Mereka tadi melakukan pertunjukan tari modern, sebagai pamungkasnya tarian Gusgijang. Tadi juga selain adanya pertunjukan dance, ada juga dialognya narasumber Bu Endang TS pencipta tari Kretek,” papar Arfin kepada MuriaNewsCom.

Dengan adanya pertunjukan rutin tersebut, ia mengajak kepada seluruh masyarakat untuk melestarikan budaya lokal. Karena menurutnya kebudayaan lokal dijaman seperti sekarang mulai dikesampingan oleh masyarakat.

[caption id="attachment_141026" align="aligncenter" width="715"] Tari kretek ikut menyemarakkan acara FASBuK di Auditorium Universitas Muria Kudus, Jumat (20/4/2018) malam. (MuriaNewsCom/Dian Utoro Aji)[/caption]

”Kalau bisa kita terus melestarikan kebudayaan lokal, supaya para seniman itu ranah sastra seni budaya bisa berkembang dan tidak mati,” sambung dia.

Ditambahkan dia, untuk kegiatan FASBuK bulan selanjutnya nanti akan ada yang spesial bagi masyarakat Kabupaten Kudus. Karena dari pihak Fasbuk akan mendatangkan artis ibu kota.”Untuk tahun ini, kami kasih spesial bulan Juni akan kita datangkan artis ibu Kota, yang akan workshope tentang teater. Namun siapanya tunggu saja dulu ya,” pungkas dia.Sementara itu, pelatih Airta Dance Tania Artpriend Novadella menjelaskan tentang tari GusJiGang yang mengisahkan tentang kehidupan masyarakat Kudus yang semakin sejahtera karena selalu mempunyai ide serta gagasan untuk menciptakan karya sehingga terlihat kreatif dan inovatif.”Falsafah GusJiGang yang merupakan sebuah warisan dari Sunan Kudus mempunyai arti bagus atau cantik perilakunya semangat mengaji atau giat belajar dan pintar berdagang. Selain itu, tarian ini menggunakan iringan gamelan jawa jenis pelog lancaran dengan ritme rancak, indah, dinamis, dan menarik,” terang Tania sapaan akrabnya.Oleh karena itu, ia menyebutkan tarian itu juga bermaksud untuk masyarakat Kudus agar tetap ingat serta selalu menjaga warisan falsafah GusJiGang.Selain pertunjukan Tari GusJiGang, dalam acara tersebut dipuncak acara diadakan dialog interaktif bersama para penampil dan narasumber Endang TS seorang pencipta Tari Kretek dari kota Kudus.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler