Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pelatihan yang digelar di Gedung Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda)  Kudus itu bertujuan untuk mengoptimalkan kemandirian penyandang disabilitas.

Dari pantauan MuriaNewsCom, sejumlah 20 penyandang disabilitas sangat antusias merangkai bahan dasar enceng gondok yang disiapkan panitia, menjadi sebuah kerajinan. Mereka diajarkan membuat kerajian yang bernilai ekonomis tinggi, di antaranya sandal, dompet, tas, maupun yang lain.

Ketua pantia, Nailatul Izzah mengatakan,  saat ini para penyandang disabilitas dianggap belum mempunyai kesempatan hidup yang sama. Terlebih, pada masalah kesempatan dalam bekerja. Di mana tidak sedikit penyandang disabilitas yang ditolak saat melamar pekerjaan.

"Sehingga kami berpikir bagaimana menciptakan generasi difabel yang tidak bergantung pada orang lain," jelasnya kepada MuriaNewsCom.
Ia menjelaskan, dipilihnya enceng gondok sebagai bahan dasar untuk kerajinan karena, salah satu tumbuhan air itu mengganggu ekosistem apabila jumlahnya berlebihan. "Di antara beberapa daerah di Kota Kretek yang populasi enceng gondoknya telah berlebihan yaitu di Kecamatan Undaan, Jekulo, dan Mejobo," lanjutnya.Ia mengatakan,  setelah kerajian itu selesai dibuat kaum difabel, nantinya akan dipamerkan di stand FKDK pada even Dandangan. "Kebetulan ini adanya even Dandangan,  sehingga nanti hasilnya akan dipamerkan di sana juga, " kata dia.Salah satu penyandang disabilitas Kosim Nuh (41) menyatakan sangat bersyukur bisa mengikuti pelatihan tersebut. Ia mengaku untuk menganyam sepasang sandal ia membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam."Dengan adanya pelatihan ini semoga bisa bergunan bagi saya maupun teman yang lain," pungkasnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler