Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Jika di Malang tujuan dicatnya batu-batu besar oleh pemerintah setempat dengan tujuan untuk menekan aksi penambangan liar, belum diketahui jelas motif batu-batu besar di kawasan sungai Rahtawu juga dicat dengan warna-warni.


Kemungkinan besar hanya sebagai daya tarik untuk mendatangkan wisatawan. Sama seperti di Malang, aksi pengecetan batu-batu di sungai Rahtawu juga menuai hujatan warganet.


Foto batu bercat warna-warni itu sudah tersebar luar di media sosial. Foto ini dijumpai diposting di Instagram oleh akun @Sekitar Kudus. Di dalam foto terlihat pengunujung yang sedang duduk berpose di batu-batu bercat warna warni.


Hal tersebut,  lantas memunculkan komentar-komentar pedas dari warganet. Seperti akun @Muh-wid dan Dowy Mauluna yang mempertanyakan warna-warni batu tersebut. Akun tersebut menilai pemandangan bebatuan menjadi kurang alami. 


"Ko malah ngono leh, " tulis Muh-Wid. 


" Yah jadi kurang alami nih, " tulis Dowy Maulana. 


Bahkan ada yang meminta untuk melaporkan kepada dinas terkait. Mereka menilai bebatuan yang dicat warna warni tersebut merupakan bentuk vandalisme.


Bahkan ada yang meminta untuk melaporkan kepada dinas terkait. Mereka menilai bebatuan yang dicat warna warni tersebut merupakan bentuk vandalisme.

"Bisa bantu mengingatkan pengelola tentang kerusakan lingkungan,  ini sangat sungguh kebablasan atau sekalian lapor ke dinas pariwisata," tulis akun Navies16. 

Senada juga ditulis akun @Rose shot. Akun tersebut dalam cuitannya menilai pengeceatan batu-batu itu berlebihan.  Ia juga menuding aksi pengeceatan batu-batu alam itu sebagai bentuk vandalisme.

" Terlalu memaksakan massive,  vandalisme,  yen dicoret-coret ora oleh,  yen diwarnai oleh?? Ibarat wong wedok awak e ora ireng,  ora puteh,  nanging wedakan diwedaki kandel. Sedeh ngrasakke," tulisnya.

Foto dengan latarbelakang yang sama juga diposting akun instagram Visitrahtwu. Di dalam akun itu terlihat seorang wanita yang tengah berpose di atas batu bercat warna-warni. Di dalam unggahan itu diberi caption : “Ada yang baru lohh ini.. heheh tidak pengen dolan kerahtawu lagi ?”.

Hingga kini,  MuriaNewsCom,  masih berupaya untuk melakulan klarifikasi terkait hal tersebut.

Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler