Batu Sungai Rahtawu Dicat Warna-warni, Netizen Galakan Petisi ke Menteri dan Gubernur
Dian Utoro Aji
Selasa, 10 Juli 2018 14:21:42
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Petisi disampaikan kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, melalui situs www.change.org.
Petisi itu berjudul ” Kembalikan batu di sungai Rahtawu kembali Alami” dan diinisiasi oleh seseorang bernama Rasyid Sabri.
"Maka kami sebagai warga yg tidak setuju akan "massive vandalism" yg terstruktur dan secara terang-terangan ini menginginkan agar masyarakat sekitar, Kepala Desa dan para pelaku wisata di Desa Rahtawu mengembalikan keaslian dan keasrian bebatuan di sungai tersebut. Dan meminta masyarakat di daerah Kudus, Jepara dan sekitarnya untuk berpartisipasi bersama kami. Mari kita jaga ALAM," tulis petisi itu.
Hingga jam 13.40 WIB, sudah ada 470 netizen yang menandatangani petisi tersebut. Alasan mereka pun karena mengecam aksi vandalisme tersebut dan dianggap merusak lingkungan.

Seperti Sekar Wangi Wahyuni Putri. Ia meminta agar membiarkan bebatuan itu seperti semula. "Biarkan bebatuan tersebut tetap pada warna semula. Ngikutin trend boleh tp jangan merusak. Paham?," tulisnya.
Alasan senada juga dituliskan oleh Dian Aulia. Ia meminta untuk menyetop vandalisme. "Stop Vandalism and please give more attention to newbie traveller, " tulisnya.
" Kembalikan bumi Rahtawu ke keasliannya. Jangan hanya karena ingin menarik wisatawan vandalisme terbuka dijadikan alasan. Keaslian dan keasrian yang harus lebih diutamakan. Ingat bahwa Rahtawu bukan hanya untuk kita sekatang tapi juga untuk generasi anak cucu yang akan datang. Natural beauty is the most beautiful and wonderful resources for all!!" tulis alasan Artistien Reni Hapsari.
- Batu Sungai Rahtawu Dicat Warna-Warni, Banjir Kecaman dari Warganet
- Pengecatan Batu Warna-warni di Sungai Rahtawu Kudus Tak Izin Pemdes, Ini Kata Pengelola
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



