Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Luftul Hakim Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kudus mengatakan, hari ini pihaknya mendapatkan penghargaan kota layak anak. Rencananya penghargaan tersebut akan diterima di Surabaya.

"Nanti malam rencananya kami mendapatkan penghargaan kota layak anak kategori pratama, " jelasnya.

Ia mengatakan,  selama enam tahun belakangan Kabupaten Kudus mendapatkan penghargaan kota layak anak. Penghargaan itu pertama kali diterima tahun 2012 dengan kategori pratama. Kemudian tahun 2013 Kabupaten Kudus mendapat penghargaan kota layak anak kategori madya.

"Namun karena belum memenuhi persyaratan tambahan yang ditentukan untuk menjadi kota layak anak. Sehingga pada empat tahun ini memperoleh penghargaan kota layak anak kategori pratama," papar dia.

Ia menyebutkan, ada banyak faktor yang menyebabkan penghargaan kota layak anak di Kudus menurun. Disebutkan dia, seperti fasilitas dan sarana di Kabupaten Kudus dirasa masih kurang hingga banyak fasilitas publik seperti trotoar yang tidak ramah bagi anak."Ada trotoar yang tidak layak bagi anak, karena trotoarnya tinggi. Selain itu juga ada taman di Kudus yang ternyata juga belum ramah anak. Banyak reklame sponsor di sana," jelasnya.Oleh karena itu, ke depan pihaknya berupaya untuk membenahi fasilitas yang dirasa kurang tersebut. Sehingga kota Kudus sebagai kota layak anak."Ya karena selama ini, masalah sosial dinomor duakan. Sehingga banyak fasilitas yang tidak memenuhi syarat," tandasnya.Editor : Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler