Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, selain diperkirakan bakal menutup akses hutan hutan kota, jembatan tersebut juga bakal berdampak pada bangunan gerbang Kudus Kota Kretek. Tak hanya itu, pembangunan jembatan diperkirakan bakal menenggelamkan bangunan gerbang tersebut.

“Saat ini solusi terbaik masih kami godok dengan pemerintah Kabupaten Kudus. Kami masih berkoordinasi dengan dinas PUPR dan dinas PKPLH untuk mencari solusi terbaik,” terang Sam’ani sesuai menghadiri Rakerkesda 2018 di STIKES Muhammadiyah Purwosari, Selasa (7/8/2018).

Beberapa pilihan sementara, kata Sam’ani, yakni akan meninggikan bangunan Gerbang Kudus Kota Kretek. Sehingga nantinya pemerintah pusat diharapkan tidak mengganggu estetika ruang publik yang ada di Kudus.

Disinggung soal akses jalan menuju Hutan Kota Tanggulangin, dikatakan dia, salah satu opsinya akan membuat terowongan di bawah jembatan layang. Namun, hal itu masih dalam kajian lebih oleh Pemerintah Kabupaten Kudus.

“Namun, beberapa aspek yang lain tetap perlu dikaji lebih dalam. Seperti nantinya pengaturan lalu lintas harus disinergikan,"kata dia.Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Kolonel Sunandar C Alik Mustaqim mengatakan, untuk akses jalan pendekat dari jalan utama ke Hutan Kota tanggulagin masih ia kaji. Meskipun nantinya diperkirakan akan menutuap taman kota akibat kontruksi jembatan itu.“Namun pemkab masih mempertahankan agar ruang publik dapat dimanfaatkan. Sehingga kami masih akan mengkaji sejumlah kemungkinan,”papar Alik.Sebelumnya diketahui, proyek itu sudah dimulai sejak 21 Desember tahun 2017 lalu. Ditargetkan selesai pembangunan pada Juni 2019 mendatang. Akses penghubung dua kabupaten itu dikucuri dana mencapai Rp 115,55 miliar.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler