Plt Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kudus Yuliono Tri Nugroho mengatakan, pada seleksi CPNS tahun 2018 ini ada sebanyak 5.106 pelamar PNS di Kabupaten Kudus. Namun setelah diverifikasi ada sebanyak 786 pelamar yang dinyatakan tidak lolos tahapan adminitrasi.
“Sebanyak 5.106 pendaftar seleksi CPNS itu mengirim berkas tanpa melakukan online. Sehingga otomatis dinyatakan tidak memenuhi syarat alias tidak lolos. Kemudian yang daftar melalui online ada sebanyak 5098 pelamar. Namun setelah diverifikasi yang memenuhi syarat ada 4320 pelamar,” terangnya, Senin (22/10/2018).
Ia mengatakan pada tahun ini, Kabupaten Kudus mendapatkan formasi CPNS sebanyak 438 formasi. Dari jumlah tersebut yang melakukan pendaftaran untuk eks tenaga honorer ada sebanyak 6 pelamar.
Sedangkan untuk formasi lulusan terbaik dari delapan kuota yang melamar ada 25 pelamar. Selanjutnya empat kuota disabilitas, yang melamar ada sebanyak satu pelamar saja.
“Untuk formasi guru mulai dari guru kelas SD kuota 225 yang melamar 1885, Guru PAI SD kuotanya 86 yang melamar 1163, Guru Bahasa Indonesia SMP kuota tiga yang melamar ada 396, Guru PPKN SMP kuotanya 1 yang melamar 95, guru PAI SMP kuotanya 4 yang melamar 91, guru TIK SMP kuotanya 1 yang melamar 42, guru matematika SMP kuotanya 1 yang melamar 287, lalu guru bahasa inggris SMP kuotanya 1 yang melamar 488, dan guru IPA SMP yang kuotanya 1 yang melamar 69,” rincinya.
Kemudian untuk formasi kesehatan yang meliputi apoteker dengan kuota satu yang melamar ada sebanyak 28 orang. Lalu, asisten apoteker dengan kuota enam yang melamar ada sebanyak 40 orang. Selanjutnya, Dokter umum ada sebanyak empat kuota yang melamar 29 orang.
“Dokter gigi kuotanya ada tiga, yang melamar ada 13 orang. Fisioterapis kuotanya ada satu yang mendaftar satu yang mendaftar 13 orang, Ortotis Prostesis kuotanya ada 1 yang mendaftar ada 13 orang, perawat bedah kuotanya ada lima yang mendaftar ada 17 orang. Lalu perawat anestesi kuotanya ada 5 yang mendaftar 10 orang, perawat gigi kuotanya ada 1 yang mendaftar 16 orang, perekam medis kuotanya ada empat yang mendaftar ada 10 orang, dan teknisi transfusi darah kuotanya ada satu yang mendaftar ada satu juga,” katanya.Terakhir, untuk formasi terapis wircara kuotanya ada satu yang mendaftar ada 11 orang. Selanjutnya, formasi instruktur kuotanya ada 3 yang mendaftar sebanyak 119 orang. Lalu, ada penata ruang kuotanya 1 yang mendaftar ada sebanyak 24 orang.“Teknik jalan dan jembatan kuotanya ada 3 yang mendaftar 54 orang, lanjut ada teknik tata bangunan dan perumahan kuotanya tiga yang melamar 47 orang, serta pengawas LH kuotanya 1 yang mendaftar 132 orang,”ungkapnya.Selanjutnya pada pelamar yang lolos pada tahapan adminitrasi akan mengikuti tes kemampuan dasar pada tanggal 26 Oktober sampai 17 November mendatang.“Untuk Kabupaten Kudus pelaksanaan tes nya nanti di GOR Wujul Ungaran Kabupaten Semarang. Untuk jadwal diantara tanggal 26 Oktober sampai 17 November mendatang. Itu tes SKD dan SKB, karena provini Jawa Tengah masih untuk merekap kemudian menjadwalkan pelaksanaan tesnya,” tandasnya.
Editor: Supriyadi
Murianews, Kudus – Pengumunan hasil adminitrasi seleksi CPNS tahun 2018 diumumkan Minggu (21/10/2018) kemarin. Ada sebanyak 4.320 pelamar yang dinyatakan lolos pada tahapan adminitrasi tersebut. Rencananya, mereka akan mengikuti tes kemampuan dasar pada tanggal 26 Oktober sampai 17 November mendatang.
Plt Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kudus Yuliono Tri Nugroho mengatakan, pada seleksi CPNS tahun 2018 ini ada sebanyak 5.106 pelamar PNS di Kabupaten Kudus. Namun setelah diverifikasi ada sebanyak 786 pelamar yang dinyatakan tidak lolos tahapan adminitrasi.
“Sebanyak 5.106 pendaftar seleksi CPNS itu mengirim berkas tanpa melakukan online. Sehingga otomatis dinyatakan tidak memenuhi syarat alias tidak lolos. Kemudian yang daftar melalui online ada sebanyak 5098 pelamar. Namun setelah diverifikasi yang memenuhi syarat ada 4320 pelamar,” terangnya, Senin (22/10/2018).
Ia mengatakan pada tahun ini, Kabupaten Kudus mendapatkan formasi CPNS sebanyak 438 formasi. Dari jumlah tersebut yang melakukan pendaftaran untuk eks tenaga honorer ada sebanyak 6 pelamar.
Sedangkan untuk formasi lulusan terbaik dari delapan kuota yang melamar ada 25 pelamar. Selanjutnya empat kuota disabilitas, yang melamar ada sebanyak satu pelamar saja.
“Untuk formasi guru mulai dari guru kelas SD kuota 225 yang melamar 1885, Guru PAI SD kuotanya 86 yang melamar 1163, Guru Bahasa Indonesia SMP kuota tiga yang melamar ada 396, Guru PPKN SMP kuotanya 1 yang melamar 95, guru PAI SMP kuotanya 4 yang melamar 91, guru TIK SMP kuotanya 1 yang melamar 42, guru matematika SMP kuotanya 1 yang melamar 287, lalu guru bahasa inggris SMP kuotanya 1 yang melamar 488, dan guru IPA SMP yang kuotanya 1 yang melamar 69,” rincinya.
Kemudian untuk formasi kesehatan yang meliputi apoteker dengan kuota satu yang melamar ada sebanyak 28 orang. Lalu, asisten apoteker dengan kuota enam yang melamar ada sebanyak 40 orang. Selanjutnya, Dokter umum ada sebanyak empat kuota yang melamar 29 orang.
“Dokter gigi kuotanya ada tiga, yang melamar ada 13 orang. Fisioterapis kuotanya ada satu yang mendaftar satu yang mendaftar 13 orang, Ortotis Prostesis kuotanya ada 1 yang mendaftar ada 13 orang, perawat bedah kuotanya ada lima yang mendaftar ada 17 orang. Lalu perawat anestesi kuotanya ada 5 yang mendaftar 10 orang, perawat gigi kuotanya ada 1 yang mendaftar 16 orang, perekam medis kuotanya ada empat yang mendaftar ada 10 orang, dan teknisi transfusi darah kuotanya ada satu yang mendaftar ada satu juga,” katanya.
Terakhir, untuk formasi terapis wircara kuotanya ada satu yang mendaftar ada 11 orang. Selanjutnya, formasi instruktur kuotanya ada 3 yang mendaftar sebanyak 119 orang. Lalu, ada penata ruang kuotanya 1 yang mendaftar ada sebanyak 24 orang.
“Teknik jalan dan jembatan kuotanya ada 3 yang mendaftar 54 orang, lanjut ada teknik tata bangunan dan perumahan kuotanya tiga yang melamar 47 orang, serta pengawas LH kuotanya 1 yang mendaftar 132 orang,”ungkapnya.
Selanjutnya pada pelamar yang lolos pada tahapan adminitrasi akan mengikuti tes kemampuan dasar pada tanggal 26 Oktober sampai 17 November mendatang.
“Untuk Kabupaten Kudus pelaksanaan tes nya nanti di GOR Wujul Ungaran Kabupaten Semarang. Untuk jadwal diantara tanggal 26 Oktober sampai 17 November mendatang. Itu tes SKD dan SKB, karena provini Jawa Tengah masih untuk merekap kemudian menjadwalkan pelaksanaan tesnya,” tandasnya.
Editor: Supriyadi