Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Para santri yang dilepas dan akan meneruskan studi di Universitas Al-Azhar, Kairo, adalah M. Ibnu Faqih Alfikri, Zaki Ahmad Faruq, M. Saiful Fahmi, Aufa Nailul Muna, Azka Sabili, Moh Rifki Ashfal Muna, Abdillah Dzul Fikri, Chusni Akmal Kisai, Nurrohmad, M. Abdulloh Mubarok, dan Muh Alaikassalam.

Sedangkan dua santri dilepas untuk meneruskan studi di perguruan tinggi di Yaman yakni Muhamad Chasan Arif dan M. Basuni Baihaqi. Kemudian tiga santri lainnya sudah berangkat terlebih dulu ke Yaman. Mereka adalah Qodri Azizi, Royyan Royyanal, dan Gus Jamil.

Kepala MA. NU. TBS Kudus, KH. Musthofa Imron menyampaikan kepada belasan santrinya untuk belajar dengan baik. Mereka ke luar negeri berniat untuk belajar.

“Untuk itu, harus belajar dengan sungguh-sungguh,” kata dia.

Ia mengatakan supaya para santrinya mengikuti pembelajaran penunjang peningkatan prestasi. “Buatlah atau ikuti organisasi untuk menunjang prestasi peningkatan proses belajar kalian,” pesannya.

Hal senada disampaikan salah satu sesepuh Madrasah TBS Kudus, KH. Hasan Fauzi. Ia mengatakan jangan sampai mengubah niatan untuk belajar. Meskipun untuk belajar sampai ke tempat yang jauh.
“Uthlubul ilma wa lau bis shina. Ini maksudnya, belajarlah walau sampai di tempat yang jauh,”ujarnya.KH. Hasan Fauzi  mengingatkan, untuk mencapai kesuksesan di dunia itu harus dengan ilmu. Demikian juga dengan kesuksesan di akhirat, juga dengan ilmu.‘’Dan untuk meraih keduksesan di dunia dan akhirat, pun dengan ilmu,’’ lanjutnya menambahkan.Sedang KH. Noor Khamim mengutarakan, para santri dilepas secara resmi oleh madrasah. Selain untuk memotivasi adik-adik kelasnya yang masih belajan,  juga supaya ada beban moral. Sehingga mulai tertanam dalam diri, ketika pulang jangan sampai mengecewakan masyayikh (kiai dan guru).‘’Tidak mengecewakan ini baik dalam hal prestasi akademik, maupun prestasi moral yang ditandai dengan terjaganya akhlak, menjaga akidah ahlussunnah waljamaah, serta senantiasa takzimul ilmi wa ahlihi. Itu semua adalah sebab-sebab kita memperoleh kesuksesan dan keberkahan,’’ tegasnya.Editor : Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler