Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Program Japro atau koperasi produktif sendiri, merupakan fasilitas program dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) RI. Kegiatan itu bertujuan untuk mengembangkan keterampilan produktif yang dilakukan oleh masyarakat pedesaan.

“Untuk menghadapi persaingan usaha, kita perlu menguatkan produktifitas masyarakat dengan meningkatkan keterampilan. Japro adalah salah satu kegiatan untuk peningkatan itu,” kata Haris Fadhillah, pejabat dari Balai Besar Peningkatan Produktiftas (BBPP) Kemenaker RI, dalam pidato sambutannya di hadapan 50 peserta.

Ia mengatakan ada dua desa yang jadi basis pelatihan. Yakni Desa Purworejo dan Glagah Kulon, Kecamatan Dawe. Bidang pengembangan yang didalami dalam pelatihan itu adalah pengembangan mocaf (modified cassava flour) atau tepung modifikasi dari bahan ketela, dan olahan penganan dari jamur.

"Secara khuusus untuk pelatihan mocaf, beberapa peserta berasal dari Kabupaten Jepara," lanjutnya.

[caption id="attachment_151161" align="alignnone" width="715"] Para peserta pelatihan program Japro dari Kementerian Tenaga Kerja berfoto bersama saat penutupan kegiatan, Selasa (30/10/2018). (MuriaNewsCom)[/caption]

Pemilihan kelompok tani akar tani makmur (ATM) yang berbasis di Desa Purworejo dan sekolah inklusif Semai Jepara yakni atas dasar paguyuban. Yakni, ditunjuk oleh Serikat Paguyuban Petani Qoryah Thoyyibah (SPPQT), yang berbasis di Salatiga.Ketua Japro Jamur Bunda Glagah Hindu Anisah Pembina Semai mengatakan dari hasil pelatihan itu, pihaknya berhasil memproduksi jamur Glagah Kulon. Ia pun mengatakan produk hasil pelatihan tersebut siap untuk dipasarkan."Produk jamur Glagah Kulon siap untuk dipasarkan," terangnya.Sementara itu turut hadir dalam penutupan itu selain Haris Fadhillah juga Pembina Akar Tani Makmur Hasan Aoni, Pembina Sekolah Semai Hindun Anisah, Kepala Desa Glagah Kulon Sukarwi, dan pengurus SPPQT Toni, dan Pendamping Lokal Desa (PLD) Aris Sutopo.[caption id="attachment_151162" align="alignnone" width="715"] Produk jamur Glagah Kulon siap dipasarkan. Tampak Yuriah, Ketua Japro Jamur Bunda Glagah Kulon (kiri), Hindun Anisah, Pembina Semai. (MuriaNewsCom)[/caption]Editor : Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler