Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Harso melaporkan bahwa wilayah Mejobo merupakan 63% sawah dan 37% merupakan tanah pekarangan. Selain itu, mejono juga dialiri 4 sungai besar dan 15 sungai kecil. Dirinya mengungkapkan bahwa beberapa titik sudah dinormalisasi untuk persiapan menyambut musim hujan, diantaranya tanggul sungai piji, sungai golangtepus, dan sungai jojo.

"Semua desa di wilayah mejobo merupakan wilayah terdampak banjir," ujarnya sambil menunjukkan peta genangan dan peta evakuasi yang dibuat atas perintah Bupati setelah acara penutupan TMMD, selasa (13/11).

Tamzil mengapresiasi telah dibuatnya 2 peta yaitu peta genangan dan peta evakuasi, serta berpesan untuk melengkapi satu peta lagi yaitu peta terdampak. Untuk itu, dia mengimbau kepada Camat dan Kades untuk memahami wilayahnya masing-masing yang rawan bencana dengan mengajak tokoh masyarakat pada rapat selanjutnya.

Dengan begitu dapat menggerakkan peran masyarakat untuk kerja bakti di tanggul-tanggul yang rawan serta membersihkan “dangkel” pohon yang sekiranya menghambat aliran sungai. “Jumat depan warga diminta untuk membersihkan dangkel itu dulu saja, dan tanggul yang tipis,” pesannya kepada Kepala Desa.

Dirinya menekankan untuk mengutamakan penyelamatan jiwa ketika terjadi bencana banjir. “Penyelamatan jiwa dulu, itu yang paling penting terutama pada anak-anak dan perempuan, yang kedua penyelamatan benda-benda berharga seperti ijazah, sertifikat,” katanya.

[caption id="attachment_152109" align="alignnone" width="715"] Bupati Kudus HM Tamzil saat memimpin rakor bencana di Aula Kecamatan Mejobo, Jumat (16/11/2018). (MuriaNewsCom/Dian Utoro Aji)[/caption]

Kemudian kebutuhan logistik yang harus disiapkan dalam menghadapi bencana banjir. Posko penanganan banjir juga harus disiapkan tahun ini untuk penganganan sementara, rencananya 2019-2020 akan ditangani jangka panjang dengan dibuat bendung-bendung kecil di sekitar dawe dan piji.
Rencananya, akan dibentuk organisasi Emergency Center dibawah BPBD Kudus untuk mempercepat penanganan bencana di daerah Kecamatan. “Emergency center kita akan buat induknya di BPBD, cabangnya di kecamatan,”. Gagasan tersebut merupakan hasil kunjungan ke Sulawesi beberapa waktu lalu untuk mempelajari penanganan bencana dengan Emergency Center.Hartopo juga menyampaikan dua hal yang perlu diperhatikan mengenai penanggulangan bencana. Pertama, belum adanya gedung-gedung yang memadai sebagai pengungsian ketika terjadi bencana banjir. Terutama mengenai fasilitas dan kebutuhan bagi pengungsi berupa makanan dan obat-obatan."Sebelum banjir kita semua harus tahu kondisi-kondisi wilayah rawan bencana, saya dulu turun ke lokasi tidak ada makanan, obat-obatan, bahkan dapur umum untuk pengungsi," ungkapnya.Hartopo menambahkan bahwa penganggaran untuk bencana harus cukup setiap tahunnya, dana tersebut digunakan sebagai penyediaan fasilitas pengungsian mulai dari kegiatan penanggulangan, penanganan dan perbaikan dampak setelah bencana.Agus melaporkan bahwa kemarin terjadi banjir di sungai Piji yang membawa sampah dari utara menuju selatan. Untuk itu perlunya komitmen dari Pemdes dengan berkerjasama dengan BPBD dan OPD terkait untuk membersihkan tanggul dan memotong pohon disekitar sungai yang kiranya menghambat aliran sungai."Seperti di piji ada pohon-pohon bambu jika longsor dapat menghambat aliran sungai," katanya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler