Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal ini diungkapkan, Kepala BPBD Kabupaten Pati Sanusi saat meninjau tempat kejadian bencana angin puting beliung di Desa Bumiharjo Kecamatan Winong, Pati, Jumat (15/3/2019) pagi tadi.

"Berdasarkan BMKG bulan Januari hingga bulan Maret ini kondisi cuaca ekstrim. Potensi terjadi banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung," katanya.

Ia mengatakan, sudah ada beberapa kejadian bencana alam dari bulan Januari hingga pertengahan bulan Maret 2019 ini. Tercatat bencana alam terjadi di 12 Kecamatan yang tersebar di 39 desa Kabupaten Pati.

"Ditambah kejadian angin puting beliung di Kecamatan Winong yang terjadi di dua desa. Jadi ada sebanyak 41 desa di 13 kecamatan yang terkena bencana alam," terangnya.

Untuk itu, Sanusi mengimbau kepada masyarakat di Kabupaten Pati untuk selalu waspada terkait bencana alam. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, berlindung ke tempat yang aman saat hujan lebat."Perhatikan lingkungan sekitar. Karena menjaga lingkungan ini adalah kewajiban bersama," tandasnya.Sebelumnya, angin puting beliung menerjang di dua desa di Kecamatan Winong, Kamis (14/3/2019) malam. Sebanyak 30 rumah warga setempat mengalami rusak ringan hingga rusak berat. Editor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler