Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS.com, Kudus – Banyu panguripan yang dikirab pada acara Ta’sis Masjid Al-Aqsha Menara Kudus menjadi rebutan ratusan warga. Bahkan warga sekitar rela berdesak-desakan untuk mendapatkan air yang dipercaya membawa berkah tersebut.

Ada sebanyak 51 sumber mata air yang dikirab. Kirab banyu panguripan dimulai di depan Pendopo Kabupaten Kudus dan selesai di depan Menara Kudus.

Kirab sumber mata air yang berasal dari berbagai sumber di Kudus. Di antaranya, sumber mata air dari sendang sewot Wonosoco, air sumur tulak mbah djoleno Desa Krajan, sumur masjid wali Loram Wetan, dan lainnya.

Sesampainya di depan menara Kudus banyu panguripan itu ditaruh disebuah gentong. Setiap banyu panguripan yang berasal dari berbagai sumber itu dicampur ke dalam satu gentong. Selesainya, banyu panguripan tersebut didoakan oleh kiai.

Selanjutnya, setelah didoakan banyu panguripan tersebut dibagi-bagikan kepada masyarakat. Dipercaya air itu memiliki berkah.

Salah satu warga yang berasal Purwokerto Henri rela menunggu untuk mendapatkan air tersebut. menurutnya, air itu dipercaya memiliki berkah. Apalagi air tersebut didoakan oleh para kiai di Menara.“Airnya untuk diminum ini. Dipercaya untu membawa berkah,” katanya.Senada juga diungkapkan oleh salah satu siswa MA Banat Kudus Mifta. Siswa kelas 12 ini mengaku bersama rombongan teman-temannya rela mengantri banyu panguripan. Dipercaya air tersebut memiliki berkah.“Airnya untuk diminum. Tadikan didoakan oleh para ulama. Ya juga buat lancar UN. Diberikan kemudahan untuk ujiannya,” katanya.Ketua Pengurus Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) Em Najib Hassan mengatakan, kegiatan pada hari ini adalah kirab dari banyu panguripan. Kirab ini mengenalkan kekayaan sumber mata air yang ada di Kabupaten Kudus. Air tersebut dipercaya masyarakat memiliki manfaat bagi kehidupan.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler