Dipercaya Membawa Berkah, Ratusan Warga Kudus Rela Desak-desakan Dapatkan Banyu Panguripan
Dian Utoro Aji
Senin, 25 Maret 2019 18:30:43
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS.com, Kudus – Banyu panguripan yang dikirab pada acara Ta’sis Masjid Al-Aqsha Menara Kudus menjadi rebutan ratusan warga. Bahkan warga sekitar rela berdesak-desakan untuk mendapatkan air yang dipercaya membawa berkah tersebut.
Ada sebanyak 51 sumber mata air yang dikirab. Kirab banyu panguripan dimulai di depan Pendopo Kabupaten Kudus dan selesai di depan Menara Kudus.
Kirab sumber mata air yang berasal dari berbagai sumber di Kudus. Di antaranya, sumber mata air dari sendang sewot Wonosoco, air sumur tulak mbah djoleno Desa Krajan, sumur masjid wali Loram Wetan, dan lainnya.
Sesampainya di depan menara Kudus banyu panguripan itu ditaruh disebuah gentong. Setiap banyu panguripan yang berasal dari berbagai sumber itu dicampur ke dalam satu gentong. Selesainya, banyu panguripan tersebut didoakan oleh kiai.
Selanjutnya, setelah didoakan banyu panguripan tersebut dibagi-bagikan kepada masyarakat. Dipercaya air itu memiliki berkah.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



