Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal ini diungkapkan oleh Sholikin salah satu perwakilan dari semarak kalkun Kudus (SKK) saat pembiaan pelaku usaha ternak kalkun di Desa Undaan Tengah, Kecamatan Undaan, Rabu(3/4/2019). Menurutnya, perlunya perhatian lebih dari pemkab Kudus untuk meningkatkan usaha ternak kalkun di Kudus.

“Harapan kami ke depan selalu mendapatkan dukungan terus dari pemerintah Kabupaten Kudus dan dari Dinas Pertanian,” ujarnya.

Ia mengatakan, ada beberapa kendala yang dialami para komunitas ayam kalkun ini. Pertama yakni dengan pemasaran. Menurutnya, pihaknya masih kesulitan untuk memasarkan ayam kalkun.

“Dulu pernah mengirim ke Bali namun ketika diajak kontrak kami tidak sanggup. Ini kemudian kami juga harapkan peran pemerintah untuk ikut memasarkan ayam kalkun,” katanya.

Padahal, potensi ayam kalkun di Kudus terbilang perkembang pesat. Bahkan di Kudus sudah ada ratusan ternak kalkun.

“Untuk ayam kalkun yang sudah bisa dikonsumsi dan laku itu diusia 6-7 bulan. Itu biasanya harganya Rp 200 ribuan. Sedangkan untuk yang bibit itu harganya Rp 25-30 ribu,” terangnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Catur Sulistyanto mengatakan, di Kudus terutama di Undaan Tengah memang terdapat potensi ternak Kalkun. Untuk itu kedepannya, pemkab akan mendorong untuk pembuatan kampung kalkun di Kudus.

“Kami juga berupaya untuk  kalkun dibuatkan kampung Kalkun. Biar jelas. Misalnya ada orang luar mencari kalkun, bisa langsung ke Undaan tengah. Kami akan mendorong pemerintah seperti itu,” ujarnya.Sementara itu, Prof Dwi Sunarti Dosen Fakultas Peternakan Undip Semarang mengatakan, di Kudus memiliki potensi untuk bertenak ayam kalkun. Menurutnya, warga di Kudus memiliki semangat yang luar biasa. Untuk itu, peran pemerintah harus ikut berperan aktif.“Untuk ternak ayam kalkun jarang ya. Salah satunya di Kudus ini. Kalau ditempat lain ya di Jogja, Rembang, Salatiga, dan di Magelang,” jelasnya.Ditambahkan dia, daging ayam kalkun ini memiliki kandungan yang berbeda. Jika dibandingan degan ayam biasanya. Terutama pada kandungan lemak.“Lemak jahatnya rendah. Lemak hampir sama dengan ayam biasa. Tapi lemak jahatnya itu rendah,” tambahnya. Reporter: Dian Utoro AjiEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler