Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Acara dibuka dengan penampilan Obengcoustic. Sebuah grup musik akustik. Dua lagu yang dipopulerkan oleh Nisa Sabyan, Ya Maulana dan Ungu, Surgamu berhasil mereka cover dengan apik.

Penampilan kedua, langsung disambung pembacaan musikalisasi puisi dari Mohamad Sholeh. Ia nampak menghayati syair yang dibacanya sambil diiringi petikan gitar bernada mellow. Sesekali ia duduk membacakan puisi dengan suara terisak dan tersedu hanyut dalam lirik puisinya.

Selanjutnya, penampilan solo piano dari Tahaney Al Hasna Dienislami juga berhasil membuat decak kagum penonton. Gadis yang masih sekolah dasar itu begitu piawai memainkan jemarinya pada nada-nada keyboard. Sebagai lagu pembuka, ia membawakan Fur Elise karya Ludwig Van Beethoven. Yang langsung disambung lagu klasik lainnya.

Ketua Badan Pekerja FASBuK, Arfin AM mengatakan pada edisi bulan Mei 2019 yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Panggung Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus menghadirkan nuansa ngabuburit.

“Seringkali kegiatan ngabuburit yang begitu trend kala sore menjelang adzan maghrib setidaknya dapat diisi dengan bermacam-macam kegiatan, namun agar lebih produktif serta mengundang antusias muda dalam hal karya,” bebernya.

Ia mengatakan, kegiatan ini tidak hanya ngabuburit saja. Tetapi juga ingin menyampaikan pesan bahwa bulan ramadan juga harus mampu berkarya. Apapun itu. Seperti dalam edisi ini yang menampilkan puisi, stand up comedy, musik akustik, dan musik klasik.”Kami juga menyesuaikan dengan suasana ngabuburit. Ngabuburit itu suasana yang enak utuk menunggu berbuka. Maka, kami kasih musik, komika lucu-lucuan,” ungkapnya.Setelah pertunjukan dilanjutkan dengan acara berbuka puasa bersama. Hal itu dilakukan untuk menjalin kedekatan diantara para penampilan maupun pengunjung yang hadir. Reporter: Dian Utoro AjiEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler