Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Bergas Catursari Penanggungan mengatakan, pada musim kemarau membuat sejumlah wilayah di Kudus mengalami kekeringan. Jumlahnya bahkan mencapai 23 desa yang tersebar di enam kecamatan.

“Untuk di Kecamatan Kaliwungu yakni di Desa Papringan, Banget, Sidorekso, Kedungdowo, Blimbing Kidul, dan Setrokalangan,” jelasnya.

Selanjutnya di Kecamatan Undaan. Meliputi Desa Kutuk, Glagahwaru, Terangmas, Kalirejo, dan Lambangan. Lalu di Kecamatan Mejobo yaitu di Desa Kesambi, Temulus, Hadiwarno, Jojo, dan Payaman

“Di Kecamatan Jekulo yang rawan yaitu di Desa Bulungcangkring, Bulung Kulon, Sidomulyo, Sadang, dan Pladen. Kecamatan Dawe di Desa Kandangmas. Dan Kecamatan Gebog di Desa Menawan,” lanjutnya.

Bergas menjelaskan untuk mengantisipasi kekurangan air bersih pihaknya telah menyediakan pasokan air bersih. Ada sebanyak 280 tangki dengan kapasitas 5 ribu liter yang disokong oleh APBD Kudus.

“Akan tetapi tidak dipungkiri nantinya ada songkongan bantuan dari pihak swasta melalui sumbangan sosial,” jelasnya.Ditambahkan, dia pada musim kemarau tidak hanya kekurangan air bersih yang mengancam masyarakat di Kudus. Akan tetapi juga ancaman kebakaran. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak membakar lahan maupun membuang puntung rokok sembarangan.“Lalu juga masyarakat agar tidak menggunakan beban listrik berlebihan. Kalau menyalakan api harus diawasi jangan ditinggal,” tandasnya. Reporter: Dian Utoro AjiEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler