Kemarau Jatuh di Bulan Agustus, 23 Desa di Kudus Rawan Kekeringan
Dian Utoro Aji
Sabtu, 15 Juni 2019 14:00:31
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Bergas Catursari Penanggungan mengatakan, pada musim kemarau membuat sejumlah wilayah di Kudus mengalami kekeringan. Jumlahnya bahkan mencapai 23 desa yang tersebar di enam kecamatan.
“Untuk di Kecamatan Kaliwungu yakni di Desa Papringan, Banget, Sidorekso, Kedungdowo, Blimbing Kidul, dan Setrokalangan,” jelasnya.
Selanjutnya di Kecamatan Undaan. Meliputi Desa Kutuk, Glagahwaru, Terangmas, Kalirejo, dan Lambangan. Lalu di Kecamatan Mejobo yaitu di Desa Kesambi, Temulus, Hadiwarno, Jojo, dan Payaman
“Di Kecamatan Jekulo yang rawan yaitu di Desa Bulungcangkring, Bulung Kulon, Sidomulyo, Sadang, dan Pladen. Kecamatan Dawe di Desa Kandangmas. Dan Kecamatan Gebog di Desa Menawan,” lanjutnya.
Bergas menjelaskan untuk mengantisipasi kekurangan air bersih pihaknya telah menyediakan pasokan air bersih. Ada sebanyak 280 tangki dengan kapasitas 5 ribu liter yang disokong oleh APBD Kudus.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



