Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pada kesempatan itu, Arief Bagus yang merupakan fotografer AFP News Agency dan juga founder dan CEO Garuda Yaksa memberikan cara dan teknik untuk memotret yang baik dan benar. Terutama pada foto tentang olahraga.

Dalam acara itu, Arief menceritakan awal mula karirnya sampai hingga sekarang tergabung di AFK News Agency dan menjadi dosen di Universitas Pancasila dan Mercu Buana. Ia mengatakan, sebelumnya ia juga pernah menjadi seorang fotografer di beberapa media nasional. Seperti tergabung menjadi fotografer kantor berita Antara hingga menjadi fotografer di bola.com.

Dari hobi yang menjadi pekerjaannya itu, Arief kemudian bekesempatan untuk memotret di 45 negara di dunia. Berbagai ajang olahraga nasional hingga dunia pernah ia cicipi untuk memotret even dunia.

“Aslinya dulu cita-cita pengen jadi Ir pertanian, bukan fotografer. Entah bagaimana saya kuliah di jurusan komunikasi UGM. Ketika kuliah belajar motret dan seneng motret. Pernah menjadi pimpinan produksi di salah satu televisi nasional juga. Hingga akhirnya seneng motret jurnalistik,” ungkapnya.

Pada momen langka itu, Arief menjelaskan berbagai cara untuk memotret jurnalistik yang baik. Sebelum ke beberapa teknik, ia menyampaikan tentang bedanya foto jurnalistik olahraga. Yakni news timelines adalah foto yang kekinian dan waktu. Foto ini berkaitan langsung dengan pertandingan. Sementara feature timeless ini foto seringkali tidak berkaitan langsung dengan pertandingan.

“Kemudian untuk peralatan standar peliputan fotografer itu seperti ada kamera single lensa refllex (SLR) analog maupun digital, lensa sudut, lensa jarak jauh, tele converter, monoped, dan lainnya,” ungkapnya.

Adapun untuk teknik fotografer dalam foto olahraga ada beberapa teknik. Pertama frezzing action yakni membekukan gerakan dengan menggunakan pilihan speed tinggi agar gerakan dapat terekam dengan jelas. Kemudian ada teknik peak action atau momen puncak. Teknik ini dapat diartikan sebagai puncak dari sebuah gerakan sang atlet. Inti dari sebuah teknik ini adalah antisipasi dan timming.

“Ketiga ada teknik panning. Perlu diperhatikan teknik ini adalah efek gerakan menjadi blur, garis grafis sebagai background menjadi terekam lebih menarik, foto menjadi lebih dinamis karena subjek menjadi tampak lebih kuat,” ungkapnya.
“Ketiga ada teknik panning. Perlu diperhatikan teknik ini adalah efek gerakan menjadi blur, garis grafis sebagai background menjadi terekam lebih menarik, foto menjadi lebih dinamis karena subjek menjadi tampak lebih kuat,” ungkapnya.Untuk teknik panning ini biasa dipakai di cabang olahraga dengan gerakan cukup tinggi. Seperti balap sepeda, cabang otomatif, cabang lari di altet, renang, dan loncat indah.Lalu, ada teknik playing with light. Teknik ini memanfaatkan cahaya baik available maupun artificial light untuk mood atau emosi sebuah foto. Biasanya menggunakan mode manual untuk mendapatkan ekspresi yang tepat.“Yang tak kalah penting adalah teknik dalam pengambilan foto saat kejuaraan. Diantaranya kenali dan kuasai aturan baik pertandingan maupun peliputan dalam sebuah cabang, latih insting untuk memprediksi, perencanaan, belajar menggunakan berbagai macam teknik, observasi-pre visualisasi, hingga konsep pemotretan momen olahraga,” pungkasnya.Sementara itu, Ketua Pwi Kudus Saiful Annas mengapresiasi kegiatan tersebut. Apalagi menambah pengetahuan tentang teknik-teknik memotret. Terutama memotret foto olahraga.“Bagus, bisa memberikan wawasan kepada masyarakat dan juga wartawan di Kudus. Sebagai refrensi untuk memotret di lapangan,” tambahnya. Reporter: Dian Utoro AjiEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler