Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Keempat siswa itu adalah, Samuel Alexander Surya dari SD Masehi peraih medali Honorable Mention Level 3, Kyfano Kahil Muhammad Ezam dari SD IT Umar Bin Khatthab Kudus peraih Medali Bronze level 2,  Nathanael Jason Sutejo dari SD Cahaya Nur peraih medali silver level 2, dan Yusuf Ali Akbar dari SD 1 Jati Kulon peraih medali silver level 3.

Titik Megawati Ketua Koordinator OSK di Kudus, Pati, dan Jepara mengatakan, bersyukur dari delapan peserta yang bisa lolos ke babak final OSK 2019. Karena sebelumnya, seleksi terbilang ketat. Seleksi diambil 100 besar nasional dari sekitar 10 ribu peserta perlevel OSK.

“Dari delapan finalis yang berlaga, empat di antara berhasil membawa nama Kudus naik ke daftar juara OSK tingkat nasional, mengalahkan 304 finalis dari penjuru Indonesia,” katanya, Selasa (9/7/2019).

Ia mengatakan, rasa bangganya kepada para siswa yang telah mempersiapkan diri dengan baik pada ajang ini. Titik juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pihak sekolah yang telah memberikan pembimbingan serta pendampingan. Sehingga akhirnya bisa lolos ke babak final dan meraih prestasi di tingkat nasional.

“Kami berharap SD di Kudus dapat mendidik murid-murid menjadi long life learner, yang terus belajar sepanjang hayat unttuk dapat memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” katanya.
“Kami berharap SD di Kudus dapat mendidik murid-murid menjadi long life learner, yang terus belajar sepanjang hayat unttuk dapat memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” katanya.Terpisah Kepala SD Cahaya Nur, Krista mengatakan olimpiade tersebut sarana yang efektif bagi anak-anak. Apalagi, menurutnya, ajang tersebut sesuai dengan visi misi sekolahnya, yang berupaya untuk mencetak ahli sains di masa depan.“OSK ini bagus sebagai sarana pembelajaran bagi anak yang menyukai sains untuk menunjukkan siapa yang paling hebat diantara anak-anak hebat,”tandasnya. Reporter: Dian Utoro AjiEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler