Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kasi Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Anik Fuad mengatakan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus telah melakukan pemeriksaan kepada para calhaj asal Kota Kretek. Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara bertahap. Pertama pemeriksaan kesehatan pada bulan November 2018 lalu dan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pada bulan Februari 2019 lalu.

“Untjuk calhaj yang kami periksa ada 1.078. Cuman untuk yang pendamping haji belum ada hasilnya. Sehingga data itu baru calhaj saja,” Katanya, Jumat (12/7/2019).

Ia mengatakan, pemeriksaan meliputi beberapa hal. Seperti dicek up darah, urin, rongsen, hingga UKG. Untuk pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh masing-masing puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Kudus.

“Pada saat pemeriksaan itu kemarin sempat ada yang perlu rujukan. Kami akan rujuk untuk menjalani perawatan. Sehingga nantinya pada saat pemberangkatan haji tidak ada kendala terkait kesehatan,” terangnya.

Lebih lanjut, dari data yang didapatkan jumlah calhaj yang dinyatakan sehat betul ada 378 calhaj. Kemudian untuk usia lebih 60 tahun dengan penyakit ada sebanyak 162 calhaj. Berikutnya, usia dikurang 60 tahun dengan penyakit ada sebanyak 464 calhaj. Serta usia 60 tahun tanpa penyakit ada sebanyak 59 calhaj.
Lebih lanjut, dari data yang didapatkan jumlah calhaj yang dinyatakan sehat betul ada 378 calhaj. Kemudian untuk usia lebih 60 tahun dengan penyakit ada sebanyak 162 calhaj. Berikutnya, usia dikurang 60 tahun dengan penyakit ada sebanyak 464 calhaj. Serta usia 60 tahun tanpa penyakit ada sebanyak 59 calhaj.“Dapat kami simpulkan dari hasil pemeriksaan itu kemarin ada sebanyak 378 calhaj dinyatakan istitoah (sehat) dan boleh berangkat. Kemudian 683 calhaj dinyatakan istitoah namun harus disertai dengan pendampingan, bisa pendampingan obat, alat dan orang. Misalnya hipertensi setiap hari harus minum obat,” ungkapnya.Dengan begitu, melalui pemeriksaan ini nantinya diharapkan sebelum berangkat haji para calhaj diketahui penyakitnya. Apalagi, dapat mendeteksi penyakit para calhaj lebih awal. Reporter: Dian Utoro AjiEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler