Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Bambang Sulistiyanto, Ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa eksplorasi potensi Desa Undaan Tengah sebagai kampung kalkun akan dikerjakan selama 35 hari. Yakni dengan menerjunkan 20 mahasiswa yang dilibatkan dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik.

“Kegiatan ini mencakup pemetaan potensi desa, pemetaan umkm, pemetaan peternak kalkun, pemetaan kawasan wisata dan pengolahan hasil samping kalkun seperti bulu, kulit dan eksreta kalkun,” katanya, Selasa (23/7/2019).

Ia mengatakan, kampung tematik ini merupakan salah satu bagian dari strategi penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kualitas lingkungan permukiman yang terpadu di Kota. Pelaksanaan kampung tematik mengubah skema penanggulangan permasalahan kemiskinan maupun lingkungan permukiman.

“Kegiatan ini juga lebih menitikberatkan pada pemberian bantuan hingga pada pelibatan aktif dari berbagai pemangku kepentingan serta masyarakat,” lanjutnya.

Tak hanya itu, pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Pertanian dan Pangan juga mencoba untuk mensinergikan berbagai pemangku kepentingan seperti SKPD/OPD dan perguruan tinggi negeri (PTN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), tokoh masyarakat, media massa, serta pihak swasta/pengusaha untuk dapat turut mendukung pelaksanaan kampung tematik.
Tak hanya itu, pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Pertanian dan Pangan juga mencoba untuk mensinergikan berbagai pemangku kepentingan seperti SKPD/OPD dan perguruan tinggi negeri (PTN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), tokoh masyarakat, media massa, serta pihak swasta/pengusaha untuk dapat turut mendukung pelaksanaan kampung tematik.Sementara itu, Ketua Semarak Kalkun Kudus Didik Prabowo menyambut baik kegiatan tersebut. Apalagi, melalui kegiatan ini nantinya dapat lebih saling belajar. Baik dari peternak hingga para mahasiswa dari UNDIP.“Semoga dengan adanya wacana kampung Kalkun ini bisa menambah nilai ekonomi masyarakat. Terutama peternak kalkun khusunya di Kabupaten Kudus,” tambahnya. Reporter: Dian Utoro AjiEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler