Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ketua DPC PKB Kudus Ilwani mengatakan, pihaknya sangat prihatin atas kejadian yang menimpa HM Tamzil. Apalagi, ia ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena dugaan jual beli jabatan di lingkungan pemerintah Kabupaten Kudus.

“Kami sebagi partai pengungsung sangat prihatin. Apa yang terjadi di Kudus ini,” katanya saat ditemui di kantornya, Selasa (30/7/2019).

Ilwani yang juga Wakil Ketua DPRD Kudus mengatakan, atas kejadian ini para pejabat dan ASN di lingkungan pemerintahan Kabupaten Kudus tidak terjadi korupsi. Ia pun meminta kepada para ASN agar lebih tertib dan disiplin.

Baca Juga:

“Kami berharap agar pejabat di Pemkab Kudus untuk lebih tertib lebih disiplin sesuai dengan aturan yang ada,” ucapnya.
Senada juga diungkapkan oleh Ketua DPC PPP Ulwan Hakim. Menurutnya, sebagai partai pengungsung pihaknya sangat prihatin atas kejadian itu. Kedua, ia juga mengaku kecewa atas OTT HM Tamzil oleh KPK.“Ya kita partai pengungsung pertama prihatin kejadian yang menimpa kepala daerah kita. Yang kedua juga kecewa kok masih ada jual beli jabatan,” terangnya.Untuk itu, Ulwan berharap Pemkab Kudus ke depan bisa lebih baik. Tidak ada lagi yang namannya korupsi.Sebelumnya diketahui, Bupati Kudus HM Tamzil bersama Wakil Bupati Kudus HM Hartopo diusung tiga partai. Yakni PKB, PPP, dan Hanura. Reporter: Dian Utoro AjiEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler