Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ketua Pelaksana Cahya Setya Utama mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan pengetahuan dan ketrampilan para peternak kalkun di Desa Undaan Tengah. Kegiatan ini terselenggara dengan adanya program penguatan komoditi unggulan masyarakat (PKUM).

“Kegiatan ini mengambil tema peningkatan kesejahteraan peternak kalkun melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan limbah pertanian sebagai pakan alternatif terintegrasi zero waste,” katanya, Jumat (16/8/2019).

Ia mengatakan, pemberian fitobiotik (jamu kalkun) memberikan efek menguntungkan. Di antaranya pengurangan kemampuan mikroorganisme patogen dalam memproduksi toksin, menstimuli enzim pencernaan serta dihasilkannya vitamin dan substansi antimikrobial sehingga meningkatkan status kesehatan ternak.

“Pelatihan dilaksanakan dengan disertai praktek pembuatan  fitobiotik (jamu kalkun),” katanya.

Ada beberapa bahan yang digunakan untuk membuat jamu kalkun. Di antaranya rempah-rempah lokal seperti bawang putih, kencur, temu lawak, temu ireng, kunir, lengkuas, jahe, daun sirih dll.  Semua bahan dihaluskan dan difermentasi selama 6 hari dalam wadah tertutup.

“Baru kemudian bisa untuk digunakan,” katanya.

Lebih lanjut, kegiatan ini upaya untuk mentransfer teknologi pemberian fitobiotik (Jamu Ternak). Dengan demikan nantinya dapat menggantikan penggunaan antibiotik pada ternak kalkun.
Lebih lanjut, kegiatan ini upaya untuk mentransfer teknologi pemberian fitobiotik (Jamu Ternak). Dengan demikan nantinya dapat menggantikan penggunaan antibiotik pada ternak kalkun.“Sehingga dapat dipastikan daging kalkun akan lebih lezat dan tanpa residu antibiotik,” bebernya.Selain itu kegiatan ini juga untuk memperbaiki pola pemberian pakan yang berkualitas. Pengolahan limbah kotoran kalkun untuk dimanfaatkan sebagai pupuk maupun pakan ternak lainnya seperti sapi atau domba.Sementara itu, Didik Prabowo selaku ketua semarak kalkun kudus (SKK) menyambut baik kegiatan tersebut. Ia  berharap Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP selalu mendampingi dan memberikan informasi yang up to date tentang budidaya kalkun.“Sehingga kemajuan peternakan kalkun di Kabupaten Kudus dapat terwujud. Semoga dengan adanya interaksi peternak dan perguruan tinggi dapat menambah pendapatan masyarakat khususnya peternak kalkun,” tambahnya. Reporter: Dian Utoro AjiEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler