Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pria kelahiran 1969 itu sudah sejak kecil menjadi pengusaha piala. Piala buatannya pun laris manis saat momen kemerdekaan. Banyak pemesan luar dari Kudus untuk membeli piala buatannya tersebut.

Ia mengatakan, tahun ini mengalami peningkatan permintaan piala mencapai 30 persen. Di hari biasa, ia hanya membuat 70 set piala perbulan. Namun momen hari kemerdekaan ini ia bisa membuat hingga 100 set lebih. Itu pun baru hingga tanggal 17 Agustus 2019.

“Alhamdulillah momen peringatan hari kemerdekaan ini mengalami peningkatan untuk penjualan piala,” ungkapnya, Sabtu (17/8/2019).

Ia menyebutkan, banyak pembeli dari luar Kudus yang datang ke rumahnya untuk memesan piala. Seperti dari Jepara, Demak, dan Pati. Mereka rata-rata memesan piala untuk kegiatan memeriahkan kemerdekaan Indonesia.

“Mereka memilih ke sini karena katanya lebih rapi, bagus, dan tidak mudah lucek pialanya ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, pada tahun ini pemesanan piala ada yang berbeda. Yakni pemesanan piala untuk lomba menghafal Undang-Undang 1945, menghafal pancasila, dan Indonesia raya. Lomba tersebut, menurutnya baru tahun ini. Tahun sebelumnya, tidak ada yang memesan piala untuk lomba tersebut.
Lebih lanjut, pada tahun ini pemesanan piala ada yang berbeda. Yakni pemesanan piala untuk lomba menghafal Undang-Undang 1945, menghafal pancasila, dan Indonesia raya. Lomba tersebut, menurutnya baru tahun ini. Tahun sebelumnya, tidak ada yang memesan piala untuk lomba tersebut.“Selain itu juga ada piala gerak jalan, lomba kebersihan dan lainnya,” ungkapnya.Pemesanan tidak hanya datang dari instansi sekolah, melainkan juga dari pemerintahan hingga waga desa yang memesan pialanya. Harga piala dipatok dengan bermacam-macam. Mulai dari Rp 65 ribu hingga Rp 500 ribu.“Itu tergantung bahannya. Untuk bahan seperti plastik ini paling Rp 65 ribu sampai dengan Rp 75 ribu. Sementara yang terbuat dari marmer itu bisa mencapai Rp 500 ribu,” ungkapnya. Reporter: Dian Utoro AjiEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler