Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sofiyan Hadi, Pendiri pesantren Entrepreneur sekaligus Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Al Mawaddah mengatakan, banyak orang yang masih berpikir tentang petani. Yakni sebuah profesi tradisional di pedesaan yang jarang diminati oleh anak muda. Apalagi, petani identik dengan kaos oblong dan celana kumal, sandal jepit, caping dan membawa cangkul.

Persepsi itulah yang ingin dirubah oleh Sofiyan Hadi. Ia pun mencontohkan nama petani asal Jepang, yakni Kiyoto Saito. Ia merupakan petani muda Jepang yang modis. Ia bahkan mengolah lahannya dengan memakai setelan jas yang lengkap, dasi, dan bahkan sepatu pantofel.

“Jadi mulai sekarang rubahlah persepsi anda tentang petani yang sering identik dengan kotor dan tidak berpenghasilan besar. Mau keren dan kaya? Jadilah Petani,” katanya dihadapan para peserta.

Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Bidang Program dan Evaluasi PPMKP, Widianto melalui Susan Twisawati Indiani Kepala Seksi Pelatihan, mengatakan regenerasi petani dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sektor pertanian menjadi salah satu isu utama dalam kebijakan di sektor pertanian. Pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap generasi muda dalam berwirausaha di bidang pertanian.

“Selain itu, juga untuk menumbuhkan minat wirausaha generasi muda di bidang pertanian,” ujarnya.

Ditambahkan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Catur Sulistiyanto mengatakan, kegiatan yang berlangsung selama empat hari , Sabtu (24/27/8)  ini difasilitasi oleh Pusat Pelatihan Managemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Kementan RI.

Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan bahwa dalam segala bidang usaha terjadi kompetisi yang semakin ketat. Karena itu ia berpesan kepada para peserta Petani muda untuk memiliki cara berpikir strategis, kreatif dan inovatif untuk terjun dan sukses dalam usaha pertanian.“Karena itu, diperlukan inovasi melalui pemanfaatan teknologi untuk membuat produktivitas pertanian Indonesia semakin meningkat. Tentu saja tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.Ia mengatakan, Pelatihan dirancang dengan pendekatan pendidikan orang dewasa yang memadukan teori di kelas dan praktik di lapangan. Puluhan peserta dari 10 kota di Jawa tengah meliputi Kudus, Demak, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Tegal, Pekalongan, Blora, Jepara, Kendal, dan Pekalongan. Mereka ini dibekali materi inti mengenai pengembangan usaha agribisnis, potensi pasar, kemitraan dan negosiasi, etika bisnis, promosi produk, hingga strategi pemasaran.“Untuk pengkayaan materi dihadirkan narasumber dari Universitas Muria Kudus dan kunjungan ke sentra industri Jenang Kudus Mubarokfood,” ujarnya. Reporter: Dian Utoro AjiEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler