Meriah, Peragaan Busana Fashion on The Street Sedot Perhatian Ratusan Warga Kudus
Dian Utoro Aji
Selasa, 24 September 2019 09:00:01
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Peragaan busana diikuti 770 peserta. Mereka menampilkan berbagai desain unik dan menarik. Mulai dari desain busana pakaian Kudusan era klasik hingga milenial. Di antaranya busana manten adat Kudus, busana iketan, busana soto lentog, busana santri Kudus tahun 1880, busana jaman mataram, hingga busana di era milineal.
Para peserta pun berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari siswa SMA/SMK, organisasi perangkat desa, tim penggerak PKK, serta sejumlah swasta yang ada di Kudus. Penampilan mereka mampu menyedot para penonton yang hadir.
Dalam sambutannya, Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, acara fashion show on the street ini meruapkan bentuk keberagaman yang ada di Kudus. Apalagi, dengan adanya fashion show tersebut, pengunjung jadi mengetahui pakaian warga Kudus dari masa ke masa.
“Ini juga bentuk bhineka tunggal ika. Bukti menjadi satu persatuan untuk masyarakat Kudus,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ternyata di Kudus memiliki potensi untu merancang busana adat Kudus. Mulai dari zaman ke zaman. Zaman dahulu hingga jaman sekarang.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



