Kemarau Panjang, Warga Kedungsari Kudus Gelar Salat Istisqa
Dian Utoro Aji
Sabtu, 5 Oktober 2019 15:55:28
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Suriah NU Desa Kedungsari Nur Hari mengatakan, kegiatan salat istisqa ini merupakan kegiatan untuk memohon kepada Allah akan segera diberikan hujan. Menurutnya, musim kemaru di wilayahnya terbilang panjang.
“Sejak bulan awal Mei kemarin hingga bulan ini belum ada turun hujan,” ujarnya.
Ia mengatakan, sebelum menjalankan salat istisqa panitia melepas lima ekor burung dari sangkar supaya bisa hidup di alam bebas. Hal tersebut menjadi kesunahan dalam salat istisqa
“Hewan ini juga terasa haus. Juga burung-burung ini berharap segara turun hujan,” ungkapnya.
Tak hanya itu, selepas salat, ratusan warga juga berebutan es dawet. Ada sebanyak 1.300 es dawet yang dibagikan kepada masyarakat dan pelajar. Hal ini juga sebagai tradisi untuk bersodaqoh selepas salat istisqa.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



