Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dari pantauan di lapangan, ratusan santri itu mulai kirab 22 bendera Merah Putih dari halaman MI Qudsiyyah menuju makam Sidoluhur Krapyak, Kecamatan Kaliwungu. Di makam tersebut mereka mendoakan para leluhur dan pendiri sekolah. Setelah itu kirab dilanjutkan hingga finish di halaman MI Qudsiyyah.

“Di halaman MI Qudsiyyah ini ada kegiatan kenduri santri. Jumlah santri yang ikut kenduri jumlahnya mencapai 950 siswa,” kata guru sekaligus panitia kirab, Muahmmad Asror, Selasa (22/10/2019).

Ia menjelaskan, selain melakukan kirab, para santri juga menggelar doa bersama untuk para ulama dan kiai di Kudus. Beberapa di antaranya adalah Mbah Ma’ruf Asnawi, Mbah Yaya Arif, dan Mbah Ma’ruf Isrya.

“Selain itu juga ada kegiatan khataman di makam Mbah Kiai Asnawi yang ada di kompleks makam Masjid, Menara, Sunan Kudus. Ada sebanyak 22 siswa dari kelas 6,” jelasnya.

Dengan acara tersebut, diharapkan melalui para santri dapat meneladai para kiai. Sebagai santri bisa menyadari perjuangan para kiai untuk mempertahankan kemerdekaan hingga pendidikan di Indonesia.“Setidaknya mengobarkan semangat-semangat para kiai oleh para santri,” pungkasnya. Reporter: Dian Utoro AjiEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler