Krisis Air Bersih Jadi Langganan Tiap Tahun, Begini Solusi Cepat DPRD Kudus
Dian Utoro Aji
Senin, 28 Oktober 2019 14:47:10
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Ketua DPRD Kudus Masan mengatakan, untuk penyertaan modal mencapai Rp 15 miliar tersebut hanya diperuntukkan di satu kecamatan, yakni Kecamatan Undaan. Belum lagi wilayah kecamatan lain yang terdampak kekurangan air bersih.
"Untuk penyertaan modal bisa Rp 15 miliar. Itu baru di Undaan. Seperti di Mejobo, Kaliwungu, Jekulo belum dihitung. Itu akan kami lakukan bertahap dan harus tuntas," jelasnyas.
Ia mengatakan, Kecamatan Undaan menjadi kecamatan prioritas. Terlebih, di Kecamatan Undaan jumlah desanya paling banyak yang terdampak kekurangan air bersih.
"Undaan prioritas. Baru bertahap di kecamatan lain," lanjutnya.
Tak hanya itu, di Kecamatan Undaan sebagian wilayahnya juga sudah terdapat jaringan PDAM dan tinggal menyuplai air. Hanya, untuk suplai air ini membutuhkan sumur-sumur untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



