Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Desa Jepag menjadi desa pengawas pemilu tidak sendiri. Ada dua desa lainnya yang juga menyandang sebagai desa pengawas. Keduanya yakni Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, dan Desa Kaliputu, Kecamatan Kota. Mereka sebelumnya dilaunching pada hari Minggu (10/11/2019) kemarin.

Ketua Bawaslu Kudus Moh Wahibul Minan mengatakan, pembentukan desa pengawasan adalah bagian rangkaian acara yang telah dilaksanakan Bawaslu di berbagai desa. Hal ini terkait akan di laksanakannya Pemilu yang akan datang.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang demokrasi di negara kita,” ungkapnya, Senin (11/11/2019).

Ia mengatakan, setidaknya dengan kegiatan ini akan mengurangi pelanggaran pada pelaksanaan Pemilu. Diawasi saja masih ada pelanggaran apalagi tidak diawasi.

“Maka kami mengajak partisipasi masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan pemilu,” jelasnya.
“Maka kami mengajak partisipasi masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan pemilu,” jelasnya.Tidak sampai di situ saja, kegiatan tersebut nanti akan tetapi berlanjut dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat. Sehingga memiliki kesadaran yang murni dalam mengawasi pelanggaran Pemilu.“Saya mohon agar kegiatan ini akan menjadi embrio untuk nantinya pada saat Pemilu yang akan atang pada tahun 2024 dapat terbentuknya Desa anti politik uang sehingga harapannya akan merubah budaya yang jelek karena politik uang itu akan merusak bangsa Indonesia,” harapnya. Reporter: Dian Utoro AjiEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler