Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


"Harapannya tidak ada praktik politik uang. Karena itu (politik uang) awal mula adanya KKN," kata Kabid Pemerintah Desa (Pemdes) pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Arif Suwanto, Senin (18/11/2019).

Ia mengatakan, hari tenang yang dimulai sejak tanggal 15 November 2019 kemarin memang sangat rawan akan terjadinya politik uang. Meskipun demikian, ia berharap para calon kepala desa tidak melakukan praktik politik uang untuk menciptakan demokrasi yang baik.

"Biasanya politik uang itu terjadi saat masa tengang. Mudah-mudahan saja itu tidak terjadi. Sebelumnya kami sudah memberikan sosialisasi bahayanya politik uang," lanjut dia.

Untuk itu, ia mengintruksikan kepada seluruh panitia pemilih untuk melakukan monitoring terhadap potensi terjadinya politik uang. Minimal mencegah agar praktik politik uang tidak terjadi pada pilkades tahun 2019 ini.

"Panitia pilkades, termasuk Kabupaten melakukan monitoring. Sehingga tidak ada politik uang," jelasnya.Ditambahkan Arif, sejauh ini jalannya pilkades di Kudus hingga hari tenang berlangsung lancar, aman dan kondusif.  Pelaksanaan kampanye pilkades juga sudah dilakukan mulai tanggal 12-14 November 2019. Sedangkan, pada tanggal 15-18 merupakan hari tenang. Untuk pelaksaan pemilihan dilakukan pada 19 November 2019 besok. Reporter: Dian Utoro AjiEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler