Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Wilayah Jati setiap tahunnya pasti ada kasus DBD. Maka kami berupaya ekstra untuk mencegah penyakit tersebut,” jelas Kepala UPT Puskesmas Jati Amad Mochamad, Sabtu (23/11/2019).

Ia mengatakan, salah satunya adalah selalu memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Dalam sosialisasiitu, pihaknya memberikan imbauan tentang kewaspadaan dan perhatian lebih kepada anak-anak. Karena anak-anak rentan menderita kasus DBD.

“Kami imbau agar orang tua selalu meningkatkan kewaspadaan dan perhatian yang lebih kepada anak-anak,” lanjutnya.

Untuk mencegah terjadi DBD menyerang anak-anak, pihaknya mengajak masyarakat untuk melakukan beberapa hal. Di antaranya, mengaktifkan kegiatan gotoyong royong Jumat bersih di lingkungan masing-masing. Ini karena nyamuk DB yang diluar rumah bisa menjadi potensi penyebab DBD.

Beriktunya, mengaktifkan pemberantas sarang nyamuk (PSN) dengan 6M. 6M yang dimaksud adalah menguras, menutup, memanfaatkan, mengganti, menaburkan, dan menghindari.
Beriktunya, mengaktifkan pemberantas sarang nyamuk (PSN) dengan 6M. 6M yang dimaksud adalah menguras, menutup, memanfaatkan, mengganti, menaburkan, dan menghindari.Seperti menguras bak mandi seminggu sekali, menutup penyimpanan air dengan rapat, memafaatkan kembali dan membuang sampah pada tempatnya, mengganti vas bungau, minuman burung setiap hari, menabur bubuk abate ke dalam genangan air.“Serta kurangi tempat untuk nyamuk hinggap. Seperti jangan menggantung baju bekas pakai, tutup ventilasi dan jendela dengan kasa nyamuk, hingga lindungi anggota keluarga tidur pagi dan siang hari dengan kelambu,” terangnya. Reporter: Dian Utoro AjiEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler