Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Hal itu dikatakan pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta saat mengisi pengajian umum dalam rangka memperingati maulid nabi Muhammad Saw di Masjid Taqwa Ngemplak, Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kamis (28/11/2019) malam.
"Idealnya sebelum menjadi kiai harus kaya terlebih dahulu," jelas pria yang berusia 38 tahun tersebut.
Gus Miftah mencontohkan, ketika dia ditanya membuat rumah terlebih dahulu apa membuat masjid. Ia jawab membuat rumah terlebih dahulu ketimbang membuat masjid.
"Saya dulukan rumah. Kalau masjid dulu pasti saya dirasani jemaah. Kae Miftah turahan masjid bisa gawe umah," katanya.
Gus Miftah menjelaskan, hal tersebut juga tercontohkan dari rosulullah kanjeng Nabi Muhammad Saw. Kanjeng nabi menjadi seorang pengusaha sekitar 20 tahun. Baru kemudian menjadi nabi selaama 23 tahun.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



