Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal itu dikatakan pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta saat mengisi pengajian umum dalam rangka memperingati maulid nabi Muhammad Saw di Masjid Taqwa Ngemplak, Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kamis (28/11/2019) malam.

"Idealnya sebelum menjadi kiai harus kaya terlebih dahulu," jelas pria yang berusia 38 tahun tersebut.

Gus Miftah mencontohkan, ketika dia ditanya membuat rumah terlebih dahulu apa membuat masjid. Ia jawab membuat rumah terlebih dahulu ketimbang membuat masjid.

"Saya dulukan rumah. Kalau masjid dulu pasti saya dirasani jemaah. Kae Miftah turahan masjid bisa gawe umah," katanya.

Gus Miftah menjelaskan, hal tersebut juga tercontohkan dari rosulullah kanjeng Nabi Muhammad Saw. Kanjeng nabi menjadi seorang pengusaha sekitar 20 tahun. Baru kemudian menjadi nabi selaama 23 tahun.

"Idealnya kaya dulu baru jadi kiai," katanya.Ditambah dia, tidak jauh berbeda juga seorang pejabat dan DPRD. Mereka harus kaya terlebih dahulu, baru kemudian menjadi pejabat atau DPRD."Sehingga tidak makan uang rakyat. Kalau di sini ada yang jadi anggota DPR, jangan makan uang rakyat ya," tandasnya. Reorter: Dian Utoro AjiEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler