Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Kegiatan ini dalam rangka rangkaian hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada tanggal 3 Desember 2019 mendatang,” kata Ketua FKDK Rismawan Yulianto, Minggu (1/12/2019).

Ia mengatakan, ada sebanyak 80 kaum difabel mengikuti kegiatan rolling city. Mereka membawa kendaraan roda dua dan roda tiga mengelilingi kota Kudus dengan kawalan Satlantas Polres Kudus.

Adapun untuk rute, rolling city dimulai dari Balai Jagong Kudus kemudian berjalan menuju ke arah jalan Loram Wetan. Setelah itu mereka menuju ke arah Jalan Tanjung, Jalan Jl. AKBP Agil Kusumadya, jalan Loekmono Hadi, Jalan Ganesha ke jalan Panjang dan kembali finish di Balai Jagong Kudus.

[caption id="attachment_177803" align="alignnone" width="1280"] Puluhan penyandang disabilitas yang tergabung dalam FKDK mengikuti kegiatan Rolling City dalam rangka memperingati hari disabilitas internasional, Minggu (1/12/2019). (MURIANEWS.com/Dian Utoro Aji).[/caption]

“Para peserta yang ikut mengendarai kendaraan dilengkapi dengan safety riding. Mulai helm dan juga surat izin mengemudi (SIM),” jelasnya.

Hal tersebut sebagai langkah untuk mengkampayekan tata tertib lalu lintas. Meskipun keterbasan fisik, tidak membuat para disabilitas yang ada di Kudus taat terhadap aturan. Salah satunya tertiba lalu lintas dengan memiliki SIM.
Hal tersebut sebagai langkah untuk mengkampayekan tata tertib lalu lintas. Meskipun keterbasan fisik, tidak membuat para disabilitas yang ada di Kudus taat terhadap aturan. Salah satunya tertiba lalu lintas dengan memiliki SIM.“Kita kampanyekan safety riding untuk teman difabel. Ternyata mereka tertib lalu lintas, punya SIM, kita juga ingin menunjukan difabel ada di Kudus dan berkegiatan positif. Meski dengan kendaraan roda tiga, mereka tertib lalu lintas. Seperti selalu membawa SIM dan pakai helm ketika berkendara,” ujarnya.Dengan demikian, diharapkan kegiatan ini sebagai kampanye untuk menjaga ketertiban berlalu lintas. Tidak hanya disabilitas yang ada di Kudus, melainkan para masyarakat umumnya untuk tertiba berlalu linta.“Itu yang penting. Dan juga memperingati Hari Difabel Internasional,” tandasnya. Reporter: Dian Utoro AjiEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler