FKDK Nilai Fasilitas Publik di Kudus Belum Ramah Difabel
Dian Utoro Aji
Minggu, 1 Desember 2019 12:24:06
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
”Coba saja kita lihat. Kira-kira mana trotoar mana, jalan mana yang aksesnya ramah difabel,” kata Ketua FKDK Rismawan Yulianto, Minggu (1/12/2019).
Jika dipersentasekan akses di Kudus yang ramah dengan difabel baru 10 persen. Sedangkan yang 90 persen belum ramah difabel. Hal tersebut diperkirakan masih rendahnya kesadaran pemerintah di Kudus terhadap fasilitas yang rama dengan difabel.
“Kelihatannya kesadaran tentang pemenuhan akses difabel masih rendah. Salah satunya trotoar. Saya rasa teman-teman tunanetra itu jalan di pinggir jalan kayaknya susah karena terlalu tinggi. Apalagi yang pakai kursi roda. Susah banget naiknya,” jelasnya.
Rismawan mencontohkan, di Jalan Loekmono Hadi selain terlalu tinggi juga tidak ada penandan kemarik warna kuning. Penandaan tersebut sebetulnya untuk memudahkan teman-teman defabel saat jalan.
“Jadi mohon maaf kalau kami menilai pemasangannya asal-asalan. Atau pemborongnya tidak tahu fungsinya. Parahnya, ada guiding block yang nabrak pohon. Kan percuma,” keluhnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



