Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Harapannya memang ada pembelian tanah oleh Pemkab Kudus. Karena saat ini milik desa,” jelas Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Sutiyono, Jumat (13/12).

Ia mengatakan, selama ini pemkab menyewa tanah kepada pemerintah desa untuk Museum Purbakala Patiayam. Setiap tahunnya, harga sewa mencapai Rp 16 juta pertahun.

“Dulu senyawa Rp 12 juta. Kemudian setiap dua tahun naik. Sehingga sekarang sewanya Rp 16 juta dalam setahun,” ungkapnya.

Maka dari itu, pemkab berupaya untuk mengusulkan dana untuk pembelian tanah museum tersebut. Anggarana yang diusulkan sebesar Rp 2,2 miliar. Kebutuhan anggaran sebesar itu diusulkan tahun 2020. Dengan harapan setahun kemudian bisa diajukan bantuan pembangunan museum ke Pemerintah Pusat

“Tahun lalu kami diundang oleh pemerintah pusat untuk mendapatkan bangunan museum. Tapi kalah cepat dengan Kabupaten Tegal. Sehingga pembangunannya lebih berkembang di sana,” jelasnya.

Untuk lahan yang hendak dibeli masih berada di wilayah Situs Patiayam di Desa Terban. Luas lahan yang akan dibeli sekitar dua hektare. Pihaknya juga telah menyusun Detail Engineering Design (DED) atau bestek gambar kerja detail untuk ketiga kalinya.
Untuk lahan yang hendak dibeli masih berada di wilayah Situs Patiayam di Desa Terban. Luas lahan yang akan dibeli sekitar dua hektare. Pihaknya juga telah menyusun Detail Engineering Design (DED) atau bestek gambar kerja detail untuk ketiga kalinya.“DEDnya sudah masuki paparan. Sehingga ketika selesai dan sudah bisa membeli lahan untuk dipengajuan ke pusat,” jelasnya.Sementara itu, di koleksi Museum Patiayam, jumlah fosil yang ditemukan di Situs Patiayam mencapai ribuan fosil yang mayoritas merupakan hasil temuan warga. Adapun koleksi fosil yang berhasil ditemukan di kawasan Situs Patiayam, yakni Stegodon Trigonochepalus (gajah purba), Elephas Sp (juga sejenis gajah purba), Ceruss Zwaani dan Cervus Lydekkeri Martin (sejenis rusa), dan Rhinoceros Sondaicus (badak).Selain itu juga, Brachygnatus Dubois (babi), Felis Sp (macan), Bos Bubalus Palaeokarabau (sejenis kerbau), dan Bos Banteng alaeosondaicus, serta Crocodilus sp (buaya) serta kapak genggam atau chopper. Reporter: Dian Utoro AjiEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler