Ada 13 Macan Tutul Terdeteksi di Pegunungan Muria, Habitatnya Kian Terisolasi
Dian Utoro Aji
Minggu, 15 Desember 2019 11:55:22
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Pantauan yang dilakukan Yayasan Konservasi Alam Nusantara ditemukan setidaknya masih ada 13 macan tutul yang hidup di kawasan Muria.
Rudi Zaparia dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara mengatakan, binatang langka itu terdeteksi dari kamera yang dipasang di beberapa titik.
“Keberadaan macan tutul di wilayah Muria memang masih ada,” ujar Rudi saat mengisia diskusi yang digelar Artsotika Muria di Bumi Perkemahan Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Sabtu (14/12/2019) malam.
Ia mengatakan, keberadaan macan tutul itu berdasarkan kajian camera trap yang dipasang pada Agustus hingga November 2018 lalu. Dari hasil kajian itu, teridentifikasi 13 individu macan tutul dalam area studi seluas 53,32 kilometer persegi.
“Ini tentunya perlu ada pengelolaan kawasan yang efektif, karena habitatnya yang terisolasi. Keberadaannnya memang diketinggian dan pegunungannya yang masih hijau,” jelasnya.
Macan tutul tersebut diperkirakan usianya sudah dewasa. Binatang itu rata-rata memiliki panjang antara 1-2 meter.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



